Manajemen Sesalkan Penjegalan Persibo

Untuk kesekian kalinya, Manajemen Persibo Bojonegoro menganggap wasit yang memimpin pertandingan tidak menunjukkan fair play.

Terbukti, hampir setiap Laskar Angling Dharma bermain, selalu ada saja wasit yang berulah dan merugian pemain. Baik itu pemberian offside maupun penalti yang diberikan gratis.

Bahkan, Manajer Persibo Bojonegoro, Letkol Inf Taufiq Risnendar, kepada beritajatim.com, Senin (24/5/2010) malah bertanya, kenapa harus Persibo yang dijegal?

Menurut Taufiq, faktor non teknis tersebut, khususnya wasit yang mempimpin pertandingan yang menjadi momok Persibo pada divisi utama Liga Indonesia tahun ini.

Secara permainan, pihaknya tidak mempermasalahkan. Sebab, Victor Da Silva dkk benar-benar menunjukkan kegarangannya di lapangan dan tidak pantang menyerah.

“Sejak babak penyisihan di grup kami sudah banyak terancam oleh keputusan-keputusan kontroversial,” katanya.

Untung saja, dengan kebesaran hati semua pihak, khususnya pemain yang tidak terpengaruh, membuat langkah Persibo tidak terbendung sampai di babak semifinal.

“Bagaimana bisa, semua orang melihat wasit yang memimpin pertandingan Persibo lawan Persidafon Defonsoro. Kenapa diulangi lagi saat melawan tuan rumah Deltras Sidoarjo,” terangnya.

Jelas-jelas yang paling tampak adalah saat dua pertandingan terakhir. Tiga penalti yang diberikan adalah hadiah alias cuma-cuma dari wasit untuk tim lawan Persibo.

“Saya tidak hanya berbicara saja, tetapi di lapangan buktinya. Banyak orang yang menyaksikan dan wartawan juga ikut geram dibuatnya,” tambahnya.

Pihaknya tidak menyangkal, sejak awal banyak hambatan yang diterima oleh timnya. Namun, ia berusaha tidak mengindahkan dan bahkan terus memacu semangat para pemain.

“Kami meminta kepada jajaran pelatih dan pemain, agar bersikap fair play. Sebab, semuanya telah ada yang mengatur, dan Persibo tetap akan dijalannya,” lanjuynya.

Yang mengatur dalam hal ini adalah Tuhan. Bagaimana tidak, saat melawan Deltras kemarin sore, pemain di lapangan tinggal 10 orang, tetapi semua wasit yang bertugas membela lawan.
“Jadi bagaimana bisa, 10 pemain dilawan oleh 14 pemain, termasuk wasit,” sambungnya.

Yang tidak bisa dibuktikan dan pihaknya meminta wartawan ikut menyelidikinya adalah, adanya informasi plot tim mana yang akan lolos ke Indonesia Super League (ISL).

“Sayangnya tidak bisa dibuktikan, tetapi kami siap untuk menghadapinya,” terangnya.

Menurut Taufiq, kemungkinan besar Persibo tidak masuk dalam plot tersebut. Sehingga dalam perjalanannya terus dihambat dan itu dibuktikan pada babak delapan besar kemarin.

“Untung saja, Persibo tidak bisa dikalahkan hanya dengan faktor non teknis. Kami benar-benar mengapresiasi kepada pelatih maupun pemain di lapangan,” katanya.(dul/ted/beritajatim.com)