Mengenal Kapten Tim Persibo, Aris Tuansyah

Pendam Obsesi Masuk Timnas Indonesia
Bagi pecinta sepak bola di Bojonegoro nama Aris Tuansyah tak lagi asing. Hampir enam tahun waktunya dia habiskan bersama tim Persibo. Bahkan, kini dia juga beristri orang Bojonegoro.

Kaus berwarna oranye bernomor 13 basah terkena guyuran hujan. Sesekali pemilik kaus itu mengomando teman-temannya di lapangan. Aris Tuansyah, pemain yang memakai kostum itu, tetap dipercaya pelatih Persibo untuk memimpin rekan-rekannya yang kemarin menghadapi Mojokerto Putra (MP) di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro.

Meski terkenal tegas di lapangan, pemain berperawakan tinggi tersebut murah senyum saat bergaul di luar lapangan. Pria yang suka mengenakan kaus tim Manchester United ini cukup kerasan di Persibo. “Saya ingin mematangkan permainan saya,” tutur Aris.

Bagi dirinya yang kini menginjak usia 26 tahun, saat inilah periode emas bagi seorang pemain bola. Obsesi terbesar Aris adalah meloloskan Persibo ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Dengan bermain di ISL, Aris juga berkesempatan lebih terpantau jajaran pelatih tim nasional (timnas) PSSI. “Saya kepingin sekali masuk timnas,” akunya.

Aris bergabung di Persibo sejak 2004. Saat itu dia merasakan manisnya menjadi jawara divisi II dan Persibo promosi ke divisi I. “Saat itu saya masih junior,” kenangnya.

Seiring perjalanan waktu, Aris sempat mencoba merantau ke Persela Lamongan dan kembali pulang ke Gresik dengan memperkuat Gresik United. Namun, dia tak lama di kedua klub tersebut. Aris memilih kembali memperkuat Persibo. Bahkan, dia kini dipercaya menjadi kapten tim. Sebuah amanah yang menurut dia harus dijalankan saat berada di lapangan. “Saya ingin di Persibo kalau bisa selamanya,” katanya.

Apalagi, lanjut dia pemain berkelahiran 1 Januari 1984 ini, dirinya kini beristri orang Bojonegoro. Dari pernikahannya dengan Hafizh, asal Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, pada 6 Februari lalu terlahir seorang putra yang diberi nama M Ilham Pratama Tuansyah. “Makanya saya ingin terus di Bojonegoro,” imbuhnya.

Karena sudah menjadi wong Bojonegoro, saat libur latihan pun Aris tak jarang bermain bola di kampung halaman istrinya untuk menjaga kondisi fisiknya. “Saya senang di Bojonegoro,” katanya.

Jika ada waktu santai, maka Aris menyempatkan diri bermain laptop. Dia suka jejaring sosial facebook. “Kalau ada teman saya bilang saya jadi jamaah facebookiyah,” katanya sambil tersenyum lebar. (TONNY ADE IRAWAN-Radar Bojonegoro)