Menjauhkan Sepak Bola dari Bahaya Korupsi

Oleh: Mohammad Eri Irawan

Sulit rasanya untuk tidak mengungkapkan rasa kesal dan sakit hati melihat miliaran rupiah uang rakyat selama ini tersedot untuk membiayai klub sepak bola di banyak daerah. Rasa sakit hati kian membuncah jika kita tahu bahwa duit yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu ternyata dikorupsi dan diselewengkan.

Sekadar memberi contoh, kita bisa melihat kasus korupsi miliaran rupiah yang membelit Persibo Bojonegoro, PSID Jombang, Persisam Samarinda, atau Persib Bandung. Sejumlah pejabat pemda dan DPRD juga ikut terseret kasus itu.

Dana klub juga digunakan untuk menyuap wasit dan biaya-biaya “siluman” lainnya sebagaimana diakui sejumlah manajemen klub seperti Persekabpas Pasuruan, Persikapro Probolinggo, dan Persepar Palangkaraya. Duit mengucur ke mafia-mafia sepak bola yang bisa mengatur hasil pertandingan.

Raibnya duit rakyat itu jelas sebuah penistaan terhadap posisi warga miskin yang selama ini tak dilayani oleh pemerintah dengan baik.

Dimensi korupsi

Dana sepak bola adalah celah korupsi yang paling empuk karena euforia kegembiraan massa ikut dimainkan. Misalnya dengan kemenangan di kandang—yang kadang diraih lewat penalti kontroversial. Dengan begitu, rakyat bergembira tanpa sempat meneropong bahwa telah terjadi pengingkaran fungsi-fungsi APBD dalam pengelolaan klub sepak bola.

Memang ada klub yang pengelolaan administrasi keuangannya sangat baik, sehingga tiap rupiah dana yang dihibahkan dari APBD jelas peruntukannya. Namun, dalam konteks ini, pendekatan “administrative budgeting” dalam membaca APBD harus dijadikan pertimbangan nomor sekian. Yang harus diutamakan adalah aspek keberpihakan dari anggaran yang dapat dibaca dari bagaimana fungsi ekonomi anggaran.

Dalam perspektif ekonomi-politik, korupsi anggaran publik (APBN/APBD) tidak hanya berwujud dalam aksi pengemplangan anggaran secara langsung, tapi juga bisa dilihat dari sisi keadilan anggaran. Artinya, dimensi korupsi bisa diperluas jika porsi dana untuk klub ternyata lebih besar atau hampir sama dengan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.

Kini kita harus bersatu-padu menyuarakan penghentian kucuran APBD bagi klub. Tuntutan ini jangan diartikan sebagai gerakan politik mendukung mendukung Liga Primer Indonesia (LPI), namun harus dikerangkai untuk menjaga agar sepak bola kita tetap akuntabel dan bebas dari bahaya korupsi. Apalagi, saat ini sejumlah klub sudah banyak yang berbentuk perseroan terbatas yang murni swasta, sehingga sangat aneh jika mereka tetap mendapat kucuran dana APBD.

Fungsi anggaran publik

Sebelum menuntut penghentian APBD untuk klub, kita mesti memahami apa itu APBD. Secara sederhana, APBD adalah rincian pendapatan pemerintah daerah yang akan dibelanjakan dalam jangka waktu satu tahun. Musgrave (1993) menyatakan, anggaran publik merupakan kebijakan terpenting untuk mencapai tujuan pembangunan. Politik anggaran yang baik adalah alat untuk memengaruhi struktur perekonomian untuk memakmurkan rakyat (Musgrave, 1993).

Tentu saja pendapatan pemda tak bisa dibelanjakan begitu saja. Sebab, sumber-sumber pendapatan itu sendiri juga terbatas. Dalam konteks ini, APBD kembali ke problem klasik ilmu ekonomi, yaitu trade-off. Artinya, karena sumberdana terbatas, pemda dan DPRD harus membuat prioritas anggaran: ada program yang didanai dan di sisi lain ada program yang mesti diabaikan. Penentu APBD harus memilah dan memilih: berapa dana untuk pendidikan, berapa dana untuk kesehatan, atau berapa dana hibah untuk klub sepak bola.

Nah, pilihan program yang akan didanai itu haruslah sesuai dengan fungsi anggaran yang muaranya adalah menyejahterakan kehidupan rakyat. Dengan melihat fungsi-fungsi anggaran publik (dalam konteks ini APBD), kita bisa mengerti mengapa kita harus menolak APBD bagi klub sepak bola.

Dalam studi keuangan daerah, anggaran publik setidaknya mempunyai tiga fungsi sektor ekonomi (Waidl, dkk, 2008). Pertama, fungsi alokasi, di mana APBD berperan sebagai instrumen penyedia barang dan jasa publik untuk masyarakat luas yang gagal disediakan oleh swasta. Karena itu, dana untuk klub sepak bola jelas-jelas tak relevan karena tak mempunyai dasar kuat terkait penyediaan kebutuhan publik. Kita sedih melihat Persela Lamongan, misalnya, sempat mendapat porsi 2 persen dari APBD setempat, namun di sisi lain dana untuk peningkatan gizi keluarga hanya menyerap 0,01 persen APBD. Di Malang, tahun ini rencananya Persema mendapatkan hibah Rp 19 miliar atau hampir setengah dari dana untuk Dinas Kesehatan setempat sebesar Rp 40 miliar. Hibah untuk Persibo pada 2009 mencapai Rp6,5 miliar; namun dana tak terduga yang biasanya untuk bencana alam sebesar Rp7 miliar. Beda tipis, meski asas manfaatnya jelas beda jauh.

Kedua, fungsi distribusi, di mana APBD berfungsi sebagai instrumen untuk membagi kue ekonomi untuk mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi lewat pemenuhan hak-hak dasar rakyat. Misalnya, pemda harus menjamin terpenuhinya hak rakyat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kita mengelus dada melihat dana hibah untuk Persibo Bojonegoro bisa mencapai Rp 12,5 miliar pada 2008, namun dana jaminan kesehatan daerah tak lebih dari Rp 2 miliar.

Ketiga, fungsi stabilisasi, di mana APBD menjadi stabilisator perekonomian secara menyeluruh, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pengelolaan inflasi. Untuk mengetahuinya, setiap pos program APBD harus diikuti dengan analisis input-outcome yang terukur. Dana APBD harus dihemat tetapi bisa tetap efektif dalam mendorong dinamisasi ekonomi. Terlalu muluk jika kita bilang APBD untuk klub berguna menggerakkan perekonomian jika kenyataannya dana tersebut tersedot untuk gaji pemain, operasional tim, dan biaya-biaya “siluman” yang jelas-jelas tak punya dampak perekonomian.

Nah, masihkah kita kini diam saja melihat duit rakyat selama ini dihambur-hamburkan untuk membiayai sepak bola kita yang teramat kotor?

Mohammad Eri Irawan, Boromania, tinggal di Sukorejo. Tulisan ini sudah dimuat di Harian KONTAN, Selasa (18/1/2011).
Twitter: @erirawan

39 Responses to “Menjauhkan Sepak Bola dari Bahaya Korupsi”

  1. Kuli bangunan
    January 19, 2011 at 8:37 am #

    First

    [Reply]

  2. NJARJO 16
    January 19, 2011 at 8:56 am #

    Second

    [Reply]

  3. budy garaz
    January 19, 2011 at 8:59 am #

    2ndf

    [Reply]

  4. wonk karanktury
    January 19, 2011 at 9:00 am #

    dowo men lek

    [Reply]

  5. NJARJO 16
    January 19, 2011 at 9:02 am #

    Seandainya saja setiap orang bisa kritis seperti mas eri…

    [Reply]

  6. Yongkyborokanor
    January 19, 2011 at 9:23 am #

    Ilmune nurdin akeh seng gae..

    [Reply]

  7. NJARJO 16
    January 19, 2011 at 11:05 am #

    Nondi kabeh woooii?

    [Reply]

  8. afel boromania FK UMM
    January 19, 2011 at 11:31 am #

    mantan manager timnas indonesia “manila” uda mulai mengungkap kbusukan2 nurdin cs…dimana kebnyakan uang suap kpd PSSi dilakukan oleh pjbat daerah yg mna klub spakbola tsb hnya djadikan mesin politik sj…..
    skg psibo uda lpas dr pssi…wktunya mnjadi klub profesional yg mndiri

    [Reply]

  9. Wong duyungan
    January 19, 2011 at 11:41 am #

    Turu golek ipen

    [Reply]

  10. wonk karanktury
    January 19, 2011 at 12:13 pm #

    nurdin silit bilang, kesuksesan timnas karena dukungan golkar. Sungguh biadab nurdin silit, dah tau ancur kaya gitu d bilang sukses, jan weduz tenan

    [Reply]

  11. Kuli bangunan
    January 19, 2011 at 12:40 pm #

    Arep komen opo yo. Wong kbeh yo wis podo ngerti. Udah bkn rhsia lg hal kayak gt dspk bola. Wis ngene wae “Becik ketitik Olo ketoro”. Adigang Adigung Adiguno Lebur dening pangastuti.

    [Reply]

    ELKO Reply:

    becik ketitik olo ketoro
    adigang adigung adiguno
    tut wuri handayani
    ngentup mburi mbahayani
    wkekekekekekekekekkk….

    [Reply]

    PaKdHe ÖziL Reply:

    Sink bner kwi
    Becik ketitik,olo rupomu…
    Wkwkwk

    [Reply]

    ELKO Reply:

    ckakakakakakk! Opo iyo tooow??

  12. BORO HOOLIGAN
    January 19, 2011 at 12:43 pm #

    Enek sg niat budal nak kuningan gak cah aku golek barengan soale,nyepur ae budale.

    [Reply]

  13. gigs boromania.market
    January 19, 2011 at 12:52 pm #

    G mas,pe nntook nuk indosiar langsung

    [Reply]

  14. ARMADA PASOEPATI
    January 19, 2011 at 2:05 pm #

    PASOEPATI BOROMANIA saudara saklawase.
    Nurdin, Besus, PSSI pancen bangsat yo lur. . .

    [Reply]

    ELKO Reply:

    @armada pasoepati: iyo lurrr…salam persaudaraan sak lawase dari boromania,nuwun wis mampir

    [Reply]

    PaKdHe ÖziL Reply:

    Monggo mampir bojonegoro brader pas persibo vs solo fc.
    BOrosoLO saklawase…!!!

    [Reply]

  15. image born
    January 19, 2011 at 2:54 pm #

    Bagus mas tulisannya, menambah wawasan kita akan persepakbolaan nasional untuk itulah Persibo akhirnya keluar dari ISL dan masuk LPI, persoalannya sekarang BAGAIMANA KITA BISA MENYUARAKAN KEBATHILAN INI SEHINGGA BISA DIDENGAR OLEH PARA PENGUASA KITA, Ya tentu dengan cara DAMAI BERSAUDARA, dan saya yakin Allah maha tahu………….

    [Reply]

  16. ELKO
    January 19, 2011 at 3:20 pm #

    mbah sar saiki nendi yo? Whoyy…sopo sing ngrti mbah sar tulung di omongi: kurniawan dwi yulianto lagi golek tim neng LPI. LPI towo neng solo,tp pihak solo ketok’e jek adem ayem. Cepetan mumpung rung telat mbaaaaahh….!!!

    [Reply]

  17. Boeligx putra Mulung Raya
    January 19, 2011 at 3:37 pm #

    Kurniawan boleh jua,pengalaman udah trbukti.

    [Reply]

  18. telon13+
    January 19, 2011 at 4:43 pm #

    Selamat sore.

    [Reply]

  19. wonk karanktury
    January 19, 2011 at 5:47 pm #

    mbah sar wes alh proesi angon weduz wkwkwkwkwk…wez pikun gak layak jd pelatih maneh

    [Reply]

  20. nova arianto
    January 19, 2011 at 6:47 pm #

    jngn mnghina bapakq seenaknx,hkum karma slalu ad.bpak emank sdh tua tp blm pikun

    [Reply]

  21. boro puserbumi/sembung
    January 19, 2011 at 8:11 pm #

    mbah sar kwi durung pikun mung rodok lalian

    [Reply]

  22. wonk karanktury
    January 19, 2011 at 8:18 pm #

    ealah ngunu ta ???

    [Reply]

  23. AB
    January 19, 2011 at 8:55 pm #

    Cepat lambat pemerintah akan melarang penggunaan APBD utk membiayai tim sepakbola

    [Reply]

  24. Siren
    January 19, 2011 at 8:59 pm #

    Oke eri,q siap jd gerilyawan.boikot dana APBD UNTK KLUB.35% rakyat indonesia msh jd pnganggur.20% jd pmbantu.15% jd copet.%20 jd kuli.10% jd gayus+nurdin.

    [Reply]

  25. ARMADA PASOEPATI
    January 19, 2011 at 9:00 pm #

    Sugeng ndalu Lur..
    Nurdin & parTAI DOKAR pancen BANKsat..
    http://m.detik.com/read/2011/01/18/221112/1549481/76/nurdin-klaim-sukses-timnas-karya-golkar

    [Reply]

  26. Butter
    January 19, 2011 at 9:14 pm #

    Galakan program ‘NewPERSIBO’ ===> harus berani merombak secara frontal di tubuh persibo mulai manajemen, pemain dan terutama pelatih beserta tim, gak usah sungkan2 n ewuh pekewuh….tim ini dibentuk utk profesional dari segi apapun selama kinerja tdk produktif, tidak optimal, tdk mnguntungkan maka harus berani mengambil tindakan tegas terhadap personal yg kontribusinya tdk maksimal kpd tim….didalam harus di isi orang yg benar2 profesional dan loyalitas tinggi ditunjang SDM yg mumpuni…..ini Perseroan brow yg berorientasi pd bisnis plus prestasi jadi tdk ada istilah sungkan atau gak enak hati karena hal semacam ini akan menghambat prkembangan klub yg mngatasnamakan mandiri dan profesional…..tapi umpomo aku dw arep mecat yo ra mentolo, gawok tenan.

    [Reply]

  27. Kuli bangunan
    January 19, 2011 at 9:23 pm #

    Bek ke rek. Ga sip. Ket biyen sgt lemah gt kok g dbenahi. Bek iku yo ideale tinggi besar. Bek kok krempyeng. Kalah adu body. Cuma kritikan aja. Maaf kalo ada yg tersinggung.

    [Reply]

  28. PARTO
    January 19, 2011 at 9:51 pm #

    Bek hrs da evaluasi,jane postur wis ideal cuma lamban pergerakannya,satu catatan lg sama2 kidal,mestinya kanan kiri atas bwh smua hidup..yg jd inti ckrg maaf &maaf sama2 kidal..jen mending wkt DU kmrn joko & sampurno..

    [Reply]

    Deden paegro Reply:

    Setuju

    [Reply]

  29. Kuli bangunan
    January 19, 2011 at 10:19 pm #

    Yo lek. Wkt di DU dl emang joko & sampurno kontribusinya disektor perthanan ckp besar. Lha skrg yg tinggal dpersibo sisa dr DU trutama beknya patut diragukan skali. Mkne dia ckp loyal dsini krn mgkn cr klub selevel persibo jg lmyan sulit. Tp knp kyk smpurno ga mau. Krn dia merasa dia pantas dg harga yg tinggi. Maaf mas ya cuma nambhin komen aja.

    [Reply]

  30. ELKO
    January 19, 2011 at 10:20 pm #

    Liga Primer Indonesia
    JADWAL PERTANDINGAN HARI SABTU 22 Januari 2011:
    PERSEMA vs PSM
    MAKASSAR – Stadion
    Gajayana Malang,
    Langsung Indosiar, 15.00;
    BATAVIA UNION vs SOLO
    FC – Stadion Soemantri
    Brojonegoro Jakarta,
    15.00;
    BINTANG MEDAN vs
    ACEH UNITED – Stadion
    Teladan Medan, 15.00;
    CENDRAWASIH PAPUA vs
    REAL MATARAM – Stadion
    Mandala Jayapura, 15.00;
    BANDUNG FC vs PERSIBO
    – Stadion Mashud
    Kuningan , 15.00;

    [Reply]

  31. fajar
    January 19, 2011 at 10:48 pm #

    wz pd turu ta?

    [Reply]

  32. BORO KANDHAM
    January 19, 2011 at 10:50 pm #

    PERSIBO DISENDER TIPI G LEK….

    [Reply]

  33. bang toyib
    January 27, 2011 at 10:11 pm #

    q setuju karo wong karangtury kae, nurdin pancen koyok silit, silit pithik…….

    [Reply]

Leave a Reply