Menunggu Sihir Camargo

Paulo Camargo bakal menyusuri jalan terjal dalam menangani Persibo Bojonegoro. Bukan soal latar belakangnya yang kurang sukses bersama Tangerang Wolves di Liga Primer Indonesia (LPI) lalu, tapi karena pondasi tim yang dimilikinya masih sangat rapuh.

Statusnya sebagai mantan pelatih Sao Paolo (Brasil) mungkin sejenak harus ditanggalkan mengingat di Indonesia ia belum begitu sukses. Malah kemungkinan ia membutuhkan sihir untuk bisa mengubah Persibo sebagai tim yang kompetitif di Indonesian Premier League (IPL).

Level Persibo sejauh ini tergolong terendah dibanding klub profesional level satu di wilayah Jawa Timur. Melihat gairah transfer sekaligus keseriusan membangun tim, level Laskar Angling Dharma ini setara dengan Persema Malang yang dilatih Slave Radovski.

Tapi Slave lebih beruntung karena komposisi tim masih bisa dibilang stabil walau ada sejumlah pemain yang hengkang. Sedangkan Camargo, harus membangun Persibo saat tim hanya mempunyai 12 pemain lokal tanpa pengalaman berarti.

“Sangat tidak mudah membangun tim yang mempunyai sedikit pemain. Tapi inilah tantangan seorang pelatih,” tutur pelatih asal Brasil ini kepada media. Berangsur, ia mulai mengumpulkan kekuatan dan telah mengoleksi 21 pemain yang empat di antaranya pemain asing.

Dia berencana menambah enam pemain lagi untuk menyempurnakan komposisi timnya. Sayang upaya itu juga teramat sulit karena yang ditemuinya adalah pemain lokal tanpa pengalaman sedikit pun di kompetisi tertinggi Indonesia.

Sedangkan untuk melakukan transfer juga tak semudah berbicara. Gagalnya upaya memboyong pemain berpengalaman sekilas menjadi bukti nama Persibo belum menjual dan dianggap belum memberikan prospek cerah bagi pesepakbola level atas.

Manajemen Persibo sangat menyadari kendala dan kesulitan yang dihadapi pelatihnya. Selain pamor klub yang belum terang, situasi finansial juga patut menjadi pertimbangan jika ingin mendatangkan pemain berkualitas di atas rata-rata.

“Makanya kami tak terlalu menargetkan yang muluk-muluk untuk pelatih. Butuh proses untuk menjadikan Persibo sebagai klub bergengsi dan kami tengah melakukan itu. Kami hanya berharap Camargo bisa menjadi sosok yang cocok untuk memajukan Persibo,” ucap Ketua Umum Persibo Taufik Riesnendar.

Yang dilakukan manajemen adalah mengikuti upaya yang dilakukan pelatih, sejauh itu bervisi pada pengembangan tim. Manajemen tak pernah menolak pemain yang menjadi rekomendasi Camargo dan sejauh ini ia dinilai cukup kooperatif terhadap daya kontrak klub.

Begitu pula dengan rencana mendatangkan pelatih fisik, manajemen juga tak keberatan karena memang diperlukan. Kemungkinan pelatih fisik tersebut juga didatangkan dari Brasil, melengkapi aroma Samba karena asisten pelatih Wanderley Junior juga berasal dari negara terbesar di Amerika Latin itu.

“Sejauh ini permintaan pelatih masih logis. Jadi kami tidak keberatan sejauh klub bisa memenuhinya. Persibo sebenarnya beruntung mendapat pelatih yang tak banyak menuntut dan memahami kondisi klub,” tandasnya.(bola.okezone.com)