Militansi Suporter

Dikirim : Purnomo, Fphoer (fphoer_ring@yahoo.com)

Sepak bola merupakan olah raga terpopuler di negeri ini sehingga tidak heran kalau banyak terdapat komunitas suporter dimasing-masing daerah guna mendukung tim kesangannya. Komunitas suporter yang beraneka ragam ini sangat membantu klub dalam mengarungi roda kompetisi yang digulirkan oleh BLI, bahkan terkadang dalam sebuah klub bisa terdapat lebih dari satu Komunitas Suporter.

Berbicara masalah suporter tentu tidak lepas dari kata militansi. Militan berasal dari kata latin militans’ (militare, berarti melayani / mengabdi layaknya seperti tentara). Secara umum Militan memiliki pengertian sebagai komitmen, spirit, kesetiaan, dan kesungguhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa militansi seorang suporter adalah Kesungguhan dalam berkomitmen untuk setia mendukung setiap timnya berlaga dengan penuh semangat. Mungkin untuk saat ini pengertian militansi perlu ditambah, yaitu bahwa militansi ini dipergunakan sebagai sarana untuk mendukung timnya dan bukan untuk mencelakakan pihak lain.

Berbagai macam pemahaman tentang militansi itu sendiri kadang sampai memunculkan sikap yang berbeda-beda dari masing-masing komunitas suporter. Memang tidak ada petunjuk yang baku untuk masalah ini. Apakah militansi suporter berarti bahwa setiap tim kesayangan berlaga dimanapun suporter tersebut akan mengikutinya, atau memang militansi itu berarti mempertahankan harga diri klub yang dibelanya meski harus mengorbankan apapun baik berupa harta, benda, tahta bahkan nyawa.

Agak sulit untuk membedakan mana suporter militan dan mana yang bukan. Pastinya sebagai suporter tentu akan senantiasa berjuang dan berjuang dengan segala upaya dan do’a yang mengarah hal-hal yang positif demi kesebelasan tercinta dan paham betul bahwa tindakan negatif adalah tindakan bodoh yang merugikan tim serta tahu betul bahwa satu kemenangan merupakan perjuangan yang patut diberikan suatu apresiasi.

Apapun namanya, sebagai pecinta bola pastinya akan selalu setia mendukung tim kesayangan berlaga. Sepak bola tidak sekedar butuh kemenangan melainkan sportifitas dan fair play wajib dijunjung tinggi. Perilaku negatif dari suporter harus diminimalisir, bukan malah dibanggakan. Disinilah pentingnya pembelajaran positif tentang mengarahkan bagaimana militansi Suporter itu diwujudkan dalam perspektif dan tindakan yang positif. Pada akhirnya tindakan yang positif akan menimbulkan stigma yang baik di mata masyarakat.