Minimal Enam Laga Kandang Hilang

Persibo Bojonegoro bakal kehilangan paling tidak enam laga kandang karena Stadion Letjend H Soedirman masih dalam tahap perbaikan sehingga belum bisa digunakan menggelar pertandingan.

Manajer persibo Bojonegoro Kup Yanto Setyono kepada wartawan koran ini menjelaskan bahwa hampir tidak mungkin Stadion digunakan pada akhir Juli saat Liga Indonesia digelar. Menurutnya ada kemungkinan bisa menggelar pertandingan di kandang jika jadwal Liga Indonesia diundur paling tidak dua sampai tiga bulan. “itupun masih dnegan syarat laga awal kita adalah laga tandang,” imbuhnya

Pria yang juga komandan Kodim 0813 itu menyatakan dia sendiri sudah menanyakan langsung ke Dinas Kimpraswil mengenai kesiapan Stadion. Dari Kimpraswil Stadion siap paling tidak lima bulan setelah direnovasi. “Kalau masalah ini kan bukan wewenang Persibo dan kami memang hanya memastikan saja,” ungkapnya.

Pria yang kerap dipanggil Kup Yanto itu menuturkan sebagai langkah antisipasi pertama pihaknya bakal memberikan keterangan kepada tim verifikasi Badan Liga Indonesia bahwa Bojonegoro sedang berusaha memenuhi standarisasi yang diatur. “Sementara kita akan kirim surat ke PSSI juga meminta keringanan standarisasi Stadion,” imbuhnya

Yang jelas menurut dia minimal enam laga kandang Persibo akan hilang. Tentunya menurut dia hal ini juga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit dalam suatu kompetisi selain kehilangan nilai tambah dan dukungan juga ditambah dengan beban ekonomi yang tinggi. “Namun kita gak pasrah begitu saja,” imbuhnya

Tak hanya itu dia juga mengungkapkan saat ini masih menjajaki sejumlah stadion yang dianggap standar dan dinyatakan layak menggelar pertandingan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. “Dan yang paling realistis adalah Stadion Wilis Madiun,” imbuhnya

Karena itu dia juga menjelaskan akan mulai melakukan pendekatan kepada pengelola Stadion Wilis Madiun. Sebab tambah dia penggunaan Stadion Wilis Madiun juga tidak gratis alias harus menyewa. (ade)
(sumber : Radar Bojonegoro)