2 Persibo vs Persema 0 : Modal Jamu Pelita Jaya

Liga Indonesia Divisi utama 2008/2009Persibo Bojonegoro berhasil membalas sakit hati atas tamunya Persema Malang di Stadion Letjen H. Soedirman kemarin (9/3) sore. Ini setelah Persibo mampu menumbangkan tim penghuni puncak klasemen sementara wilayah timur kompetisi Divisi Utama itu dengan skor cukup meyakinkan, 2-0 (1-0). Dengan hasil ini, Persibo kini mengemas 28 poin, hasil dari 19 kali main. Sementara posisi Persema masih kukuh di puncak klasemen sementara (capolista).

Pertandingan kemarin sore awalnya berjalan normal dan dalam tempo biasa. Persibo unggul melalui titik putih setelah tendangan Iswandi Da’i gagal dihadang kiper kedua Persema, Sukasto Effendi pada menit 23. Penalti diberikan setelah striker andalan Persibo Samsul Arief dijatuhkan di kotak 16 oleh pemain belakang Persema.

Sepanjang babak pertama permainan kedua tim imbang. Kedua tim saling menyerang. Namun, berkali-kali serangan yang dibangun Bima Sakti dkk mentah di tangan kiper Persibo Herry Prasetyo yang tampil bagus sepanjang pertandingan. Sampai dengan berakhirnya babak pertama kedudukan 1-0 untuk keunggulan Persibo tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan memanas. Sebagai penghuni puncak klasemen sementara, tim berjuluk Laskar Ken Arok itupun tak ingin malu. Mereka tampil total menyerang. Namun, sebuah insiden yang tak patut dilakukan terjadi.

Pada menit 68, dua pemain Persema offside. AW 1, Suyanto mengangkat bendera tanda offside. Wasit Suwandi pun meniup peluit tanda offside. Namun, pemain Persema tidak terima. Tak terima dengan keputusan wasit, Pelatih Persema Subangkit dan asisten pelatih kipernya Hendri Subagyo bangkit dari tempat duduk dan mendekati Suyanto.

Saat Subangkit protes dan berbicara dengan Suyanto, tiba-tiba Hendri Subagyo menyiratkan pasir ke mata AW I. Sementara Subangkit berjalan ke wasit cadangan. Pertandingan pun dihentikan.

Beruntung aparat keamanan bertindak cepat dan mencegah situasi kian memburuk. Hendri Subagyo kemudian diamankan petugas. Sehingga pertandingan dilanjutkan kembali.

Keasyikan menyerang membuat Persema lengah. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini melancarkan sebuah serangan balik. Varney pas Boakay yang tinggal berhadapan dengan kiper Persema sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Tertinggal 2-0, Persema lebih meningkatkan serangan. Dalam duel bola, Varney kalah berebut dengan Sukasto Effendy. Namun, Varney tetap berusaha membayangi Sukasto. Hingga wasit pun menghadiahkan kartu kuning kedua yang berarti kartu merah bagi striker asal Liberia itu.

Varney pun berjalan keluar lapangan, namun berhenti di dekat garis lapangan tepat di depan pelatih Persibo Sartono Anwar. Karena diangap memperlambat pertandingan, Sukasto Effendi mendekati Varney. Sukasto mendorong Varney. Tindakan itu diikuti oleh Kasan Soleh serta pemain lainnya sehingga terjadi keributan. Laga kembali ditunda.

Namun, tak lama kemudian laga kembali dilanjutkan dengan tambahan waktu 3 menit. Tapi, kedudukan tetap 2-0 untuk keunggulan Persibo.

Meski laga selesai, insiden terus terjadi dan berlanjut ke luar pertandingan. Saat itu dengan menggengam beberapa batu, Subangkit mendekati asisten wasit sambil membawa batu. “Seperti yang anda lihat sendiri. Saya nggak komentar. Saya hanya bawa batu ini,” kata Subangkit usai pertandingan. Dia enggan berkomentar mengenai hasil pertandingan.

Sementara, Pelatih Persibo Sartono Anwar menyatakan hasil laga itu memuaskan. Namun, dia mengakui masih banyak kelemahan yang harus dibenahi. “Ini modal positif jelang menghadapi Pelita Jaya (dalam Copa Indonesia, Kamis 12/3),” imbuhnya. (ade)
(Radar Bojonegoro)