Mohamad Victor da Silva, Pemain Terbaik Divisi Utama 2009-2010

Sukses Persibo musim ini tak terlepas dari sosok Victor Da Silva. Sebagai kapten, dia mampu memimpin rekan-rekannya hingga menembus Indonesia Super League (ISL) musim depan. Status pemain terbaik pun layak disandangnya.

Rona kegembiraan terpancar dari Victor Da Silva tadi malam (29/5). Wajar, dia baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Kompetisi Divisi Utama musim 2009-2010.

Pemain brazil bertinggi 192 cm itu dianggap sebagai sosok penting dibalik sukses Laskar Angling Dharma juara. Selain skill yang jempolan, Victor juga dikenal sebagai sosok yang dingin di lapangan. Jarang dia terlihat emosi.

Itu sama saat dia berada diluar lapangan. Ritme berbicaranya sangat sederhana dan apa adanya. Dia pun sopan saat diajak berbicara. Tampaknya, budaya Indonesia sudah meresap dalam kehidupannya.

Sebenarnya itu sangat wajar karena Victor masuk Indonesia pada 2005. Saat itu dia merumput di PKT Bontang.

Tapi, kehidupannya mulai berubah sejak 2006. Ketika itu, dia mulai mengenal Islam dan menjadikan agama tersebut sebagai keyakinannya.

“Itu rencana Tuhan dan tidak ada yang bisa menghalangi,” tutur pemain spesialisasi gelandang bertahan dan stopper itu.

Awalnya Victor hidup ditengah tengah keluarga yang taat dibawah ajaran agama lain saat tinggal di Brazil. Bagi Victor, agama terdahulunya itu juga mengajarkan banyak hal yang positif dan menuntun umatnya untuk sellu mengutamakan kedamaian.

Itu tidak jauh beda dengan yang diajarkan ISlam. “Saya yakin tujuan semua agama sama. Yakni, hidup lebih damai,” terang dia.

Victor masuk Islam setelah bekenalan dengan Sri Sudarmiana, seorang gadis jawa asal Blitar. Sri adalah guru privat bahasa inggris di salah satu tempat kursus di SUrabaya.

Mereka berkenalan saat Victor berkunjung ke rumah temannya, Fabio de Oliviera, pelatih Brazil yang saat ini menjadi arsitek Suryanaga. Sri adalah teman istri Fabio. Mereka pun saling jatuh cinta.

“Kebetulan dia memakai kerudung dan saya sangat tertarik dengan itu. Tapi saya pilih Islam bukan karena sekedar terpikat oleh kerudung. Tapi lebih dari itu saya meyakini bahwa Islam juga mengajarkan kepada saya untuk hidup lebih damai,” ungkap pria kelahiran Rio de Janeiro, Brazil, 10 Februari 1976 itu.

Dengan perlahan Victor mengenal dan mendalami Islam dari Sri kurang lebih setengah tahun dan menentukan sikap untuk memeluk Islam pada akhir 2006. Dia pun menambahkan Mohamad didepan namanya menjadi Mohamad VIctor da Silva.

Dalam prosesnya, Victor tidak merasa kesulitan. Dial melaksanakan ibadah puasa juga dengan penuh keikhlasan. Begitu juga menunaikan ibadah lainnya.

“Tapi saat sholat saya sering merasa terganggujika duduk. Entah kakiku panjang atau karena fakor lain, saya kurang nyaman melakukan itu,” ujar dia.

“Lama-lama akhirnya terbiasa juga,” sambung ayah Keisha Kiramni da Silva. Ya, VIctor sudah memiliki buah hati. Setelah memeluk Islam, dia mempersunting Sri sebagai istrinya.

“Saya sangat beruntung. Tidak hanya menemukan agama yang penuh damai tapi juga mempersunting istri yang sangat baik akhlaknya,” tutur dia.

Dengan begitu, mantan pemain Pohang FC Malaysia itu juga bertekad untuk menetap di Indonesia. Dengan alasan, dia harus dekat dengan keluarganya. Dia juga telah merancang kehidupan masa depan bersama keluarga setelah tidak menjadi pemain bola.

“Saya ingin menjadi distributor pemain Brazil di Indonesia. Kebetulan, banyak teman saya di Brazil yang memiliki skill sepakbola yang bagus,” ucapnya(*/c4/diq/sidik m. tualeka)