Mulai Ada Pengembalian

Aliran dana Rp 2 miliar Persibo Bojonegoro yang dipertanyakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai dikembalikan. Namun, jumlahnya masih jauh dari harapan. Berdasarkan data yang diperoleh wartawan koran ini, ada sekitar Rp 400 juta yang telah kembali ke kas Pemkab Bojonegoro.

Sekkab Bojonegoro Suhadi Moeljono mengakui bahwa saat ini sudah ada pengembalian dana ke kas pemkab. “Tapi saya tidak hapal siapa-siapa dan besarnya berapa,” katanya.

Dia menjelaskan, pengembalian dana itu tidak dilakukan sekaligus. “Tapi lebih detailnya Pak Herry (Herry Sudjarwo, kepala dinas pendapatan, pengelolan keuangan, dan aset daerah),” pintanya.

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini menyebutkan, ada dana Rp 400 juta yang masuk ke kas pemkab dalam empat kali setoran melalui Bank Jatim Cabang Bojonegoro. Penyetor tercatat tiga kali atas nama Tamam Syaifuddin dengan besar total sekitar Rp 250 juta dan sekali dari Maksum Amin Rp 150 juta.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolan Keuangan, dan Aset Daerah Herry Sudjarwo saat dikonfirmasi wartawan koran ini menyatakan, dalam rekening koran memang ada pemasukan dana yang mengatasnamakan Persibo. “Tapi saya nggak hapal,” katanya.

Saat didesak siapa peyetor dana tersebut, Herry tetap belum bisa menjelaskan. Dia menyatakan akan melihat dulu dalam rekening koran. Alasannya, banyak sekali setoran yang masuk ke kas daerah. “Dan oleh Bank Jatim, kita diberikan rekening korannya, karena itu saya nggak hapal,” tuturnya.

Sementara itu, pengakuan mantan Asisten Manajer Persibo Bidang Keuangan Abdul Mun’im yang menyetorkan dana ke rekening di Bank Muamalat atas nama pemkab dibantah Sekkab. Menurut Suhadi Moeljono, pemkab tidak mempunyai rekening yang dinamakan rekening penampung dan disetori dana dari Persibo Rp 1 miliar. “Kita hanya punya satu rekening milik pemkab,” katanya.

Di menjelaskan, satu-satunya rekening itu hanyalah di Bank Jatim. Moeljono memperkirakan rekening yang dimaksud milik perseorangan. “Jadi bukan atas nama pemkab,” katanya.

Mantan kepala Bappeda itu memastikan pemkab sama sekali tidak tahu menahu penggunaan dana Persibo. Menurut dia, setelah dana diberikan ke manajemen Persibo, penggunaan sepenuhnya dana itu menjadi hak dari manajemen tim berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut. “Jadi kita tak tahu menahu,” ujarnya.

Menurut Moeljono, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, memang ada potensi kerugian negara terkait pengunan dana Rp 2 miliar di Persibo. Dia juga menyatakan masih ada waktu dua bulan untuk melakukan perbaikan terkait hal tersebut. “Surat sudah kita kirim nanti penyelesaiannya bagaimana, terserah manajemen Persibo sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Asisten Manajer Bidang Keuangan Persibo Abdul Mun’im menjelaskan bahwa setoran Rp 1 miliar itu ditransfernya sendiri ke Bank Syariah Mandiri (bukan Bank Muamalat seperti berita sebelumnya) dari Bank Jatim dengan nomor rekening tertentu. “Saya masih punya buktinya, tapi kalau nama pemilik rekening nggak ada,” ujarnya yang mengaku saat menansfer uang didampingi Letkol Inf Kup Yanto Setyono.

Dia menuturkan, usai menansfer dana tersebut, dia memberitahu Zainurri, mantan kabag Keuangan. Bahkan, dia kemudian bertemu dengan Zainurri. “Dan dia mengakui uangnya sudah masuk dalam rekening yang disebutnya rekening penampung,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Bojonegoro Sahari menjelaskan bahwa penerimaan dana Persibo Rp 12,5 miliar. Dia menyayangkan adanya laporan dari manajemen Persibo yang hanya Rp 11,5 miliar. “Ada empat kali penerimaan,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam APBD tahun 2008 Persibo mendapatkan dana Rp 11 miliar. Selanjutnya pada perubahan APBD, Persibo mendapat tambahan Rp 1,5 miliar. “Sehingga kalau ditotal ada Rp 12,5 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Tamam Syaifuddin dan Maksum Amin hingga kemarin belum juga bisa dikonfirmasi. (ade/jpc)