Mulai Latih Tim Magang

Meski masih libur kompetisi, tim Persibo Bojonegoro akan menggelar latihan mulai pagi ini. Namun, latihan tersebut hanya berlaku bagi pemain yang berstatus magang. “Kendati begitu, latihan tetap akan dipimpin langsung oleh Pak Sartono Anwar (pelatih Persibo),” ujar Manajer Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar, kemarin (13/6).

Menurut dia, dalam seminggu ini akan ada latihan tiga kali pada waktu pagi hari. Latihan akan diikuti 11 pemain. Jumlah itu termasuk pemain magang dan pemain lokal yang akan didaftarkan. “Tapi itu termasuk Novan Setia dan Aris Tuansyah,” katanya.

Hanya, lanjut dia, jumlah itu masih akan bertambah. Sebab, akan ada beberapa pemain dari kompetisi internal yang sedang berjalan yang akan direkomendasikan untuk ikut serta. “Latihan ini juga sebagai proses penyaringan bibit-bibit pemain lokal,” tegas pria yang juga Dandim 0813 Bojonegoro ini.

Sartono kan belum dikontrak? Dia menjelaskan, kontrak Sartono dengan Persibo baru berakhir Juli mendatang. Jeda waktu inilah yang akan dimanfaatkan manajemen supaya Sartono melatih para pemain magang. “Agar kemampaun mereka meningkat dan bisa naik status menjadi pemain di kompetisi mendatang,” paparnya.

Pelatih Persibo Sartono Anwar sendiri menyatakan kesiapannya untuk melatih pemain magang. Tujuannya, agar kemampuan para pemain magang meningkat. “Di Divisi Utama kan mereka magang, nah kalau superliga tentu lebih berat lagi,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sejak beberapa hari lalu dirinya terus melakukan pengamatan terhadap kompetisi internal Persibo yang sudah berjalan. Apalagi sudah ada beberapa pemain yang dianggap mumpuni guna diikutkan pelatihan di jeda kompetisi ini. “Sudah ada beberapa pemain yang nanti akan kita hubungi untuk ikut latihan,” tambahnya. Yang jelas, tambah Sartono, hal ini merupakan sesuatu yang positif bagi Persibo sebagai antisipasi persiapan. Dan hal ini akan terus dilakukan, meski nanti dirinya akan pergi berlibur ke Bali selama beberapa hari. Sehingga, latihan akan ditangani oleh Asisten Pelatih Bambang Pramuji dan Alan Hafiludin. (ade/fiq/jpnn)