Neba Dievaluasi

Pengurus Persibo Bojonegoro tak ingin lekas puas diri dengan prestasi yang ditorehkan tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini. Meski Bambang Sumantri dkk saat ini berada di puncak klasemen sementara grup III kompetisi divisi I, mereka tetap akan melakukan evaluasi tim.

Menurut Imam Sardjono, salah satu pengurus tim Persibo, konstribusi pemain terhadap kesebelasan yang dibelanya bakal dicatat manajemen. Hingga tiga pertandingan awal di putaran kedua ini, sorotan paling tajam diarahkan kepada pemain asing Neba. Pemain yang didatangkan untuk menggantikan peran gelandang asing Eugene J Glay itu ternyata penampilannya masih kurang sesuai dengan harapan pengurus tim.

“Saat melawan tuan rumah Persid Jember, Neba memang mainnya bagus. Namun, penampilannya di kandang sendiri, yakni saat menjamu PSIR Rembang dan Persiba Bantul jauh menurun. Ini akan menjadi catatan bagi kami,” tutur Sardjono.

Menurut Sardjono, pendaftaran pemain baru untuk putaran kedua telah ditutup beberapa hari lalu. Meski demikian, bukan berarti Neba serta dua pemain lokal, yakni Nasrin dan Roni Irawan yang direkrut di putaran kedua ini aman posisinya hingga kompetisi berakhir. “Kalau Neba tak memberi konstribusi berarti, dia bisa saja kami pecat sebelum kompetisi berakhir,” tuturnya.

Sardjono menambahkan, di masa jeda kompetisi ini, jajaran pelatih Persibo telah mengajukan sejumlah program uji coba. “Proposalnya sudah masuk,” katanya.

Menurut dia, manajemen tim belum memutuskan apakah program uji coba yang diajukan jajaran pelatih itu akan dipenuhi. “Kami harus mulai berhemat karena kondisi keuangan semakin menipis,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih Persibo Gusnul Yakin kepada wartawan koran ini menyatakan bahwa serangkaian uji coba yang diusulkan itu bertujuan menjaga kondisi para pemainnya. “Kami menganggap program ini penting,” ujarnya.

Pelatih asal Malang itu menginginkan pasukannya melawan tim lokal seperti Persela Lamongan U-23 atau Persatu Tuban. Menurut Gusnul, program latihan yang dia berikan bisa diterima anak asuhnya atau tidak dapat dilihat melalui serangkaian uji coba. “Lha kakau hanya latihan dengan menguji pemain lapis pertama melawan pemain lapis kedua, itu belum bisa dijadikan ukuran,” katanya.

Hanya kapan jadwal uji coba itu digelar, pelatih yang pernah menjabat penasihat teknis Persipur Purwodadi itu belum bisa memastikan. “Kalau perkiraan ada. Namun, kami belum mengadakan kesepakatan kapan karena manajemen sendiri kan belum setuju,” ujarnya.
(sumber: Radar Bojonegoro / Website Pemkab Bojonegoro)

No comments yet.

Leave a Reply