Panpel Persibo Siapkan Rp300 Juta

Kerugian besar di dua laga pada awal Superliga 2010/2011 masih akan terus berlangsung pada dua laga kandang Persibo selanjutnya. Sebab, dalam waktu dekat Stadion Letjen H Soedirman Kota Bojonegoro belum bisa dipakai untuk laga kandang Laskar Angling Dharma.

Oleh karena itu, manajemen Persibo telah mempersiapkan sedikitnya Rp300 juta untuk menggelar dua laga kandang selanjutnya. Yakni saat menjamu Persiwa Wamena dan juga Persipura Jayapura.

Sekretaris panpel Persibo, Donny Bayu Setiawan, kepada GOAL.com Indonesia, Selasa (5/10) mengatakan, jika dana kurang lebih Rp300 juta harus disiapkan oleh panpel jika ingin melaksanakan laga kandang di luar Kabupaten Bojonegoro.

“Bagaimana lagi, kalau kondisinya memang seperti itu,” kata Donny.

Pria yang juga manajer U-21 Persibo itu menegaskan, jika pada dua laga awal, yakni saat menjamu Persiba Balikpapan dan PSM Makasar, kerugian diderita oleh panpel sekitar Rp300 juta.

“Untuk sewa stadion saja kita harus keluar Rp75 juta. Untuk keamanan, menjamu tim lawan, penginapan pengadil lapangan dan lain-lainnya, juga panpel yang menanggungnya,” jelasnya.

Pengeluaran itu harus ditanggung panpel, karena bagaimanapun juga Persibo harus bisa menggelar pertandingan jika tidak ingin diganjar pengurangan poin oleh Badan Liga Indonesia (BLI).

“Kita juga kecewa, karena stadion kebanggaan warga Kota Ledre sampai sekarang ini belum selesai dipasangi lampu,” lanjutnya.

Dengan begitu, BLI belum bisa meloloskan pemakaian stadion yang terletak di Jl Lettu Suwolo dan Jl Lisman tersebut. Jika bisa memakai stadion sendiri, maka kemungkinan besar panpel akan lebih bisa bernafas dan memberikan banyak keuntungan bagi Persibo Bojonegoro.

“Yang terpenting dalam pertandingan adalah, panpel bisa menjual tiket semaksimal mungkin,” sambungnya. Dengan begitu, maka pemasukan akan sangat tinggi dan itu bisa dipakai untuk biaya-biaya perangkat pertandingan.

“Dua laga awal kemarin di stadion Brawijaya Kediri, kita hanya meraup cukup sedikit dan lebih banyak minusnya,” terang pria yang juga politisi tersebut.

Bagaimana tidak, pada laga melawan Persiba, panpel hanya bisa menjual 3.000 tiket dan laga selanjutnya melawan PSM hanya 2.500 tiket saja. “Kalau pada pertandingan menjamu Persiwa dan Persipura penonton lebih sedikit lagi, maka kerugian bisa bertambah banyak,” tegasnya. (gk-25/goal.com)