Jadilah Panpel Persibo Yang Profesional

Dikirim oleh : Purnomo, fphoer (fphoer_ring@yahoo.com)

Akhir-akhir ini banyak kejadian memilukan telah menghiasi berita di media cetak maupun elektronik terkait dengan pertandingan sepak bola Nasional. Kemarin sebagian supporter Persiba Bantul turun ke dalam lapangan, untung saja aparat keamanan dengan sigap dapat menghalau para Oknum supporter tersebut sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak sampai meluas, di Depok juga ada insiden kerusuhan yang terjadi akibat tidak puas dengan kepemimpinan wasit, dan yang terakhir adanya oknum Boromania yang menjebol pintu masuk Stadion dan melakukan aksi pelemparan kepada pemain dan offisial tim Persema.

Ironis memang apabila melihat kejadian seperti itu, sebenarnya peristiwa tersebut tidak akan terjadi apabila panitia pelaksanan pertandingan (Panpel) memang benar-benar siap dalam menggelar sebuah pertandingan, yang dimaksud perangkat pertandingan adalah segala hal yang berhubungan dengan pertandingan sepak bola. Mulai dari Wasit, Petugas Keamanan, Tim medis dan yang lainnya. Dalam sebuah pertandingan harusnya Panpel dapat mengambil keputusan dengan cepat apabila ada insiden atau kejadian kecil yang dapat mengakibatkan pertandingan terganggu. Dengan kesigapan tersebut, diharapkan mampu meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan.

Rentetan demi rentetan kerusuhan yang menghiasi lembaran pelaksanaan Liga Indonesia seakan-akan menguatkan stigma bahwa sepakbola nasional rentan kerusuhan. Namun pandangan ini ditampik berbagai pihak, terutama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai otoritas tertinggi sepakbola nasional dan penyelenggara liga Indonesia. Ketua BLI Joko Driyono menyatakan, kerusuhan yang terjadi dalam suatu pertandingan sepakbola tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab BLI. Menurutnya, tanggung jawab BLI hanya untuk menyelenggarakan liga, sedangkan pertandingan sendiri menjadi tanggung jawab panitia pelaksana setempat. ”Saat pertandingan berlangsung, semuanya sudah menjadi tanggung jawab dari panitia pelaksana yang berkoordinasi dengan petugas keamanan. Perangkat pertandingan seperti wasit dan hakim garis juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Harusnya baik pemain, klub, dan suporter dapat menghormati keputusan yang dibuat oleh wasit dan hakim garis,” kilahnya.

Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa Panitia Pelaksanan Pertandingan memiliki perananan yang signifikan dalam bergulirnya sebuah kompetisi sepak bola, dapat dibayangkan bagaimana kacaunya sebuah pertandingan sepak bola tanpa dibentuknya panitia pelaksanan pertandingan, Sudah dibentuk panpel yang sedemikian saja masih ada kejadian-kejadian yang mencoreng persepakbolaan kita.

Tentunya sebagai Boromania dan masyarakat pecinta bola memiliki harapan yang besar kepada Panitia Pelaksana Pertandingan agar dapat menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan TUPOKSI yang diemban oleh masing-masing individu “lebih khusus kepada Panpel Persibo” sehingga Panpel dapat menggelar pertandingan-pertandingan dengan baik dan predikat Panpel yang profesional dapat tertancap di benak masyarakat Indonesia.

Dengan mempersiapkan perangkat pertandingan sedemikian rupa, kemungkinan sangat kecil akan terjadi suatu insiden yang tidak diinginkan, karena kaitannya dengan hal-hal yang berhubungan dengan pertandingan bola telah diantisipasi dan dipersiapkan langkah-langkah penanganannya. Apabila suasana stadion dapat tercipta dengan kondusif supporter dapat menikmati pertandingan dengan enjoy dan menyenangkan. Ingat bahwa tujuan orang berbondong-bondong ke stadion adalah untuk mendukung perjuangan tim pujaannya, bukan berantem atau bertindak anarkis. Memang tidak dapat dipungkiri ada beberapa oknum supporter yang berniat datang ke stadion tidak hanya menyaksikan pertandingan, melainkan ada tujuan lain yang sifatnya negatif. Tetapi kami yakin apabila Panpel dapat bekerja dengan profesional dan menyiapkan perangkat pertandingan secara baik, maka pertandingan sepak bola akan berjalan dengan lancar.