Pemain Persibo Diliburkan Seminggu

Usai menelan kekalahan dua gol tanpa balas di kandang Arema Malang, para pemain Persibo Bojonegoro mendapatkan kesempatan libur. Samsul Arief dkk diberi waktu libur hingga 25 Desember mendatang.

Pemain tim berjuluk Laskar Angling Darma ini diberi waktu libur seminggu karena jadwal lanjutan pertandingan di Indonesia Premier League (IPL) baru digelar 8 Januari mendatang. Persibo dijadwalkan menjamu tamunya Persijap Jepara. “Para pemain baru akan latihan lagi Senin (26/12) sore,” kata asisten pelatih Persibo Wenderley Junior.

Dia berharap libur seminggu tersebut bisa dimaksimalkan para pemain untuk memulihkan kondisi dan bertemu keluarga. Sehingga saat berlatih kembali, para pemain kondisinya sudah fit dan lebih bugar. “Termasuk memerhatikan menu makanan yang dikonsumsi selama libur,” pesan mantan pelatih Persela Lamongan Junior tersebut.

Asisten pelatih asal Brazil itu menambahkan, tidak ada pemain yang cedera dalam pertandingan melawan Arema lalu. Sehingga, daftar pemain yang cedera tidak bertambah. “Masih ada dua pemain yang dibelit cedera yaitu striker Bijahil Calwa dan stopper Aris Tuansyah,” tuturnya.

Wenderley berharap Calwa dan Aris sudah bisa normal kembali saat latihan rutin nanti. Sebab, keberadaan dua pemain itu sangat dibutuhkan tim. “Adanya pemain cedera membatasi pelatih dalam menerapkan strategi,” ujarnya.

Menurut Wenderley, selama liburan, para pemain tetap diberi menu latihan. “Agar kondisi mereka tetap terjaga itu saja,” katanya. (jpnn.com)

30 Responses to “Pemain Persibo Diliburkan Seminggu”

  1. aqiem boromania
    December 20, 2011 at 12:44 pm #

    PERTAMAX

    [Reply]

  2. rejz
    December 20, 2011 at 3:37 pm #

    jam segini masih bisa dapat podium.. MANTAP..
    ##ojo suwe2 rek liburane yo…

    [Reply]

  3. Fanz kembali lagi
    December 20, 2011 at 8:21 pm #

    Nglemesno pikiran karo otot

    [Reply]

  4. DIDIK mangku projo cah daton etan
    December 20, 2011 at 8:50 pm #

    Ktmu anak bojo kluarga uayem wes,balik nang bjn semangat wes siap tempur

    [Reply]

  5. q
    December 21, 2011 at 7:41 am #

    du”k manizt nang omah karo ngrungokne kbar kisruh nang pssi,piye jluntrungane ??? Nteni ae. . .
    SADABE !!!

    [Reply]

  6. yudha atha najib
    December 21, 2011 at 2:18 pm #

    tetap semangat!…

    [Reply]

  7. Janggel
    December 21, 2011 at 9:03 pm #

    FIFA dan AFC menyatakan kalo ISL adalah liga ilegal, bisa baca di republika maupun tribunnews. KLB akan sulit di laksanakan sebab tdk memenuhi beberapa persyaratan. Siap2 gigit jari bagi tim2 yg mendewakan ISL, karena FIFA hanya mengakui IPL.

    [Reply]

  8. alfian husain
    December 21, 2011 at 11:31 pm #

    jadikanlah kekalahan sebagai pelecut kemenangan di masa mendatang……..Bravo Persibo…..

    [Reply]

  9. BoJan
    December 22, 2011 at 12:42 pm #

    Sambil menunggu jeda kompetisi…
    Tak ada salahnya berbagi…
    Mari dikomentari…
    Bravo PERSIBO!!!!

    Bola.net – La Nyalla Mattalitti cukup yakin badan sepak bola dunia FIFA akan menyetujui digelarnya Kongres Luar Biasa yang dituntut klub anggota sebagai pemilik suara PSSI.

    Menurut La Nyalla, keyakinan itu didasarkan pada pengalaman sebelumnya, saat Nurdin Halid dilengserkan dari kursi ketua PSSI melalui KLB dan FIFA tidak keberatan.

    Bahkan, organisasi sepak bola dunia itu juga membentuk Komite Normalisasi PSSI yang diketuai Agum Gumelar untuk melancarkan pelaksanaan KLB.

    “Kalau dulu KLB bisa digelar, kenapa sekarang tidak. Klub-klub anggota PSSI juga sudah memberikan mandat kepada Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) untuk melaksanakan KLB,” katanya.

    Ketua Pengprov PSSI Jatim itu mengingatkan bahwa kedaulatan tertinggi PSSI berada di tangan anggota sebagai pemilik suara, bukan Djohar Arifin atau pengurus lainnya.

    “Kalau klub anggota pemilik suara menginginkan digelarnya KLB karena pengurus tidak menjalankan amanah dan melanggar statuta, AFC maupun FIFA semestinya tidak bisa menolak,” tambah La Nyalla.

    Ia menambahkan sekitar 452 klub anggota PSSI yang hadir pada Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RASN) di Jakarta pekan lalu, juga telah sepakat meminta PSSI untuk menggelar KLB demi menyelamatkan persepakbolaan nasional.

    “Saya diberi mandat untuk menggelar KLB dan harus saya laksanakan. Demi menegakkan kebenaran dan menyelamatkan PSSI, saya pantang mundur,” kata La Nyalla yang juga Ketua Komite Hukum PSSI.

    Mengenai ancaman sanksi pemberhentian dari anggota Exco PSSI yang dikeluarkan Komite Etik, La Nyalla dengan tegas menyatakan tidak takut, bahkan sebaliknya akan melengserkan Djohar Arifin dari kursi ketua umum PSSI lewat KLB.

    “Silakan saja kalau mau memecat saya. Nanti justru saya yang akan mendepak Djohar Arifin dan kawan-kawannya,” katanya. (ant/end)

    [Reply]

    rejz Reply:

    waduh si ra nyala mentalit songong banget, ketok nek pengen mengembalikan pohon beringin di persepakbolaan nasional..

    [Reply]

    digimon Reply:

    tambah ruwet ae

    [Reply]

    pecinta sepak bola Reply:

    Lanjt, moga KLB segera tergelar. Biar Upin Ipin tidak bisa main filem lagi

    [Reply]

    BoJan Reply:

    KLB ndasmu…..

    [Reply]

    as mocca Reply:

    nyalla mendapat mandat untuk melaksanakan KLB….????sebagai opo de’e…???

    [Reply]

    BoJan Reply:

    sebagai apa ‘as mocca’ bisa menilai sendiri. dulu waktu Kongres PSSI bali dia bahkan bikin posko di Surabaya mengatasnamakan PSSI dan menolak Kongres Bali. Tapi sekarang malah mau bikin KLB dengan alasan PSSI tidak sejalan dengan Kongres Bali…
    Apa gak bermuka dua namanya?????

    Lumut Reply:

    la nyala mau d jadikan menteri pemuda olahraga paling, klo sukses menggelar KLB.. hehehehe… :)

    BoJan Reply:

    Wkwkwkwk….iyo paling.Ngenteni calone partai kuning dadi presiden disik tapine…..

    LSI (liga sikut indonesia) Reply:

    beliau sebagai PROVOKATOR sejati

  10. BoJan
    December 22, 2011 at 3:52 pm #

    Departemen media FIFA mengungkapkan, Superliga Indonesia (ISL) sebagai breakaway league, dan PSSI bisa mengambil tindakan terhadap kompetisi tersebut.

    Dalam pernyataannya, seperti yang diterima GOAL.com Indonesia dari komite media PSSI, FIFA mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) mengenai situasi yang terjadi di Indonesia saat ini.

    Surat bersama FIFA dan AFC terkait masalah itu akan dikirim pada akhir pekan ini setelah melakukan analisa secara hati-hati terhadap situasi yang terjadi.

    Seperti tercantum dalam artikel 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengendalikan semua liga, dan bisa mengambil tindakan terhadap breakaway league seperti ISL.

    Berikut surat departemen media FIFA:

    FIFA had a meeting this week with PSSI leadership and AFC on the PSSI current situation. A joint FIFA and AFC letter will be sent by the end of this week containing our joint position after having carefully analyzed the situation.

    As mentioned in art 18 of The FIFA statutes, PSSI must control all leagues and thus may/shall take action against breakaway leagues such as ISL.

    We trust this information will be of use to you.

    Best regards,

    FIFA media department

    [Reply]

  11. q
    December 22, 2011 at 6:49 pm #

    whaduw . . .

    [Reply]

  12. BoJan
    December 23, 2011 at 10:10 am #

    FIFA dan AFC akan melaporkan permasalahan di PSSI kepada komite asosiasi jika kekisruhan tak selesai hingga 20 Maret 2012.

    Federasi sepakbola internasional (FIFA) dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) meminta PSSI agar mendesak klub Superliga Indonesia (ISL) kembali ke pangkuan. Demikian isi surat yang ditandatangani sekjen FIFA Jerome Valcke dan sekjen AFC Alex Soosay.

    Dua organisasi itu juga memberikan batas waktu hingga 20 Maret 2012 kepada PSSI untuk mengatasi situasi yang terjadi saat ini. Jika tidak, maka permasalahan itu akan dibawa ke komite asosiasi, dan, walau tak disebutkan bentuknya, Indonesia terancam mendapatkan sanksi.

    Dalam suratnya, Valcke dan Soosay menyatakan, surat ini dikeluarkan berdasar pertemuan antara ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein, wakil ketua umum Farid Rahman, sekjen Tri Goestoro, dan delegasi FIFA/AFC yang dipimpin Zhang Jilong.

    FIFA dan AFC memberikan enam butir kesimpulan dari pertemuan tersebut.

    “Artikel 18 ayat 1 Statuta FIFA menyebutkan, ‘Liga atau kelompok lain yang berafiliasi kepada anggota FIFA harus berada di bawah, dan diakui anggota’. Artikel ini juga tercantum dalam artikel 16 ayat 1 Statuta AFC yang menyebutkan, ‘Klub-klub, liga-liga, anggota regional, atau stakeholder lainnya yang berafiliasi ke asosiasi anggota harus berada di bawah, dan diakui anggota.”

    “seperti dibahas di Tokyo, ISL tidak berada di bawah atau diakui PSSI. Klub-klub yang bermain di ISL membahayakan PSSI dalam memenuhi Statuta FIFA. Berkaca dari itu, PSSI harus mengambil langkah tepat untuk memerintahkan klub-klub ISL kembali dalam kendali PSSI. Secara khusus, kami menyarankan PSSI untuk memberi batas waktu singkat (semisal satu pekan) kepada klub-klub ini untuk meninggalkan ISL, dan kembali ke PSSI. Jika klub-klub itu tidak memenuhinya, makanya mereka harus diberi sanksi.”

    “Sebagai tambahan, kami sangat menyarankan, tidak ada ofisial PSSI (terutama wasit), bertugas di ISL, dan setiap ofisial yang terlibat harus dikenakan sanksi yang sesuai.”

    “Para pemain yang tampil di break-away ISL tidak bisa melakukan transfer ke luar negeri, mengingat TMS klub-klub ISL akan dicabut. Berkaitan hal ini, kami meminta Anda untuk memberikan daftar nama klub-klub yang terlibat.”

    “Para pemain ini juga tidak diperkenankan memperkuat tim nasional.”

    “Terakhir, kami juga meminta Anda untuk memberikan laporan perkembangan situasi yang terjadi secara reguler (semisal dua bulan sekali). Kami juga menginformasikan, jika situasi ini tidak bisa diselesaikan sebelum 20 Maret 2012, kami tak ada pilihan lain kecuali melaporkan permasalahan PSSI kepada komite asosiasi FIFA untuk meninjau, dan kemungkinan menjatuhkan sanksi. Kami akan menyesali jika aksi yang dilakukan klub-klub ISL bisa membahayakan posisi PSSI sebagai anggota FIFA dan AFC.”

    Sebagai penutup, FIFA dan AFC juga menyoroti peranan PSSI yang mengorganisir dan mengawasi semua yang ada di negaranya, seperti halnya aosiasi sepakbola di teritori masing-masing negara, berdasarkan Statuta FIFA dan AFC (artikel 10 dan 13 Statuta FIF), dan kewajiban yang dipaparkan di artikel 11 ayat 1 (o) Statuta AFC).

    “Karena itu, FIFA dan AFC mendesak PSSI dan klub-klub yang bergabung di break-away ISL untuk mencari solusi yang baik terhadap situasi yang berkembang sekarang demi kebaikan persepakbolaan Indonesia.”

    “Kendati demikian, jika itu tidak terwujud, PSSI harus mengambil langkah tepat untuk memastikan semua kegiatan sepakbola tetap berada di bawah kendali.”

    [Reply]

  13. paSukaN armada CinTha persIbO
    December 23, 2011 at 10:22 am #

    bubarno wae ISL….
    wonk liga legal ae jek di teruzno…

    ubah dadi LIGA BAKRI INDONESIA……

    [Reply]

  14. as mocca
    December 23, 2011 at 10:25 am #

    ISL=PERUSUH…!!!!!

    [Reply]

  15. BoJan
    December 23, 2011 at 11:30 am #

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, menegaskan pemerintah tidak mendukung usulan sejumlah anggota dan pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia yang ingin menggulingkan kepengurusan Djohar Arifin Husin lewat Kongres Luar Biasa.

    Dia mengatakan ini seusai pembubaran kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2011 di Surakarta, Rabu, 21 Desember 2011. “Jangan sedikit-sedikit bicara tentang penggulingan pengurus. Itu tidak elok,” tegas Andi kepada wartawan.

    Menurutnya, jika ada perselisihan dalam sebuah organisasi olahraga, maka bisa diselesaikan lewat mekanisme arbitrase. Dalam arbitrase, kedua pihak bisa membahas mengenai perbedaan pendapat soal dualisme kompetisi, yang selama ini mengemuka. “Di arbitrase olahraga akan diputuskan mana yang benar dan mana yang salah,” dia melanjutkan.

    Dia mengatakan mekanisme arbitrase mungkin dilakukan mengingat hal itu diatur dalam organisasi olahraga, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia, Komite Olimpiade Indonesia, dan FIFA, badan sepak bola dunia.

    Dia mengatakan, pemerintah menginginkan penyelesaian masalah di tubuh PSSI melalui arbitrase olahraga dan bukan melalui mekanisme lain. “Pemerintah inginnya ke arah itu (arbitrase),” tuturnya.

    [Reply]

  16. BoJan
    December 23, 2011 at 11:32 am #

    Bojonegoro – Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) cabang Bojonegoro menolak digelarnya Kongres Luar Biasa. Mereka beralasan permintaan KLB oleh Forum Pengurus Provinsi PSSI tidak kuat dan mengada-ada. “Saya menolak keras digelarnya KLB,” kata Ketua Pengcab PSSI Bojonegoro, Letnan Kolonel Taufik Risnendar, kepada Tempo, Rabu siang, 21 Desember 2011.

    Taufik mengatakan usulan KLB hanya mencerminkan keinginan kelompok-kelompok yang tidak menginginkan olah raga sepak bola di Tanah Air maju. Dia juga menduga ada motif lain dari segelintir orang yang coba dipaksakan masuk ke dunia olah raga. Akibatnya, olah raga menjadi lahan paling mudah untuk dipolitisasi.

    Dia menyebutkan permintaan KLB saat ini berbeda dengan desakan KLB ketika Ketua Umum PSSI masih dijabat oleh Nurdin Halid. Alasannya, manajemen PSSI sudah amburadul saat itu. Ini terlihat dengan kebijakan memecat pengurus, termasuk mencoret Persibo Bojonegoro dari kepengurusan Liga Indonesia.

    Jadi, Taufik melanjutkan pengurus PSSI Bojonegoro menentang keras permintaan itu dan menyatakan mendukung dan loyal terhadap kepemimpinan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. Dia juga mengecam sikap Ketua Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur, La Nyala Mataliti, yang mendukung digelarnya KLB. Menurutnya, Mataliti tidak boleh seenaknya mengklaim bahwa Pengcab PSSI di semua Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur sudah menyetujui digelar KLB.

    Padahal, realitasnya sikap pengurus terbelah antara yang pro-kontra. “Tolong catat itu, Bojonegoro menolak KLB. Dan katakan ke Mataliti, jangan main klaim,” ujar pria yang sehari-hari tercatat sebagai Komandan Kodim Bojonegoro itu.

    Seperti diketahui, PSSI siap memenuhi permintaan Kongres Luar Biasa, seperti yang diminta Forum Pengurus Provinsi PSSI. “Kalau yang mereka minta sudah sesuai dengan mekanisme, kami akan ikut saja,” kata Ketua Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus, kemarin. Namun, jika KLB menjadi pilihan saat ini, dia sangat menyayangkan. “KLB hanya buang energi yang terlalu berlebihan. Hanya akan menjadi lingkaran yang kemungkinan terus-menerus terjadi,” ujarnya.

    Sihar mengatakan PSSI belum menerima hasil putusan rapat itu. Ia juga mempersilakan peserta rapat datang ke PSSI dan menyerahkan dokumen hasil rapat. “Kalau mereka datang, pasti kami terima. Kami akan bahas dan cek, apakah peserta rapat kemarin sudah sesuai dengan aturan,” kata dia. Salah satu yag akan dicek adalah apakah peserta rapat benar anggota PSSI yang memiliki suara.

    [Reply]

  17. BoJan
    December 23, 2011 at 11:42 am #

    Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) berharap semua klub yang berkecimpung di ISL (Indonesia Super League) kembali ke PSSI. Jika tidak, FIFA meminta PSSI mengambil tindakan tegas untuk memastikan kegiatan sepak bola di bawah kendali PSSI.

    Dalam pernyataan resmi yang langsung ditandatangani Sekjen FIFA, Jerome Valcke dan juga Sekjen AFC, Alex Soosay, FIFA sendiri menyatakan ISL bukan kompetisi resmi. Penyebabnya, karena ISL tak tunduk dan diakui sebagai anggota oleh PSSI.

    Karena itu, FIFA meminta PSSI untuk memberikan tenggang waktu selama satu minggu kepada klub-klub ISL untuk kembali ke PSSI. Namun, jika dalam waktu seminggu, klub-klub yang bermain di ISL tak kembali maka FIFA akan menjatuhkan sanksi.

    Sanksi yang akan diberikan FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia untuk klub, terutama pihak-pihak yang terlibat beragam. Bagi pemain, FIFA akan mencabut TMS (Transfer Matching System). Artinya, jika TMS itu dicabut, maka para pemain yang merumput di ISL tak bisa ditransfer untuk bermain keluar negeri.

    Tak hanya itu, pemain-pemain yang terlibat di ISL juga nantinya tak bisa memperkuat timnas. Sanksi ini sendiri berlaku tak hanya untuk pemain Indonesia, tapi juga pemain asing yang merumput di ISL.

    Selain pemain, FIFA juga punya sanksi kepada perangkat pertandingan, seperti wasit dan jajarannya. Tak ketinggalan, FIFA juga menyiapkan sanksi untuk pelatih yang menangani klub di ISL.

    Puncaknya, FIFA akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Hanya saja, hal ini akan diberkan apabila permasalahan yang tengah menaungi PSSI tak juga berhenti hingga 20 Maret 2012.

    Berikut 6 poin penting dalam surat FIFA dan AFC tentang konfirmasi hasil pertemuan di Tokyo, 15 Desember, yang dihadiri oleh Djohar Arifin Husin, Farid Rahman, Tri Goestoro, Jerome Valcke, Zhang Jilong (acting President AFC) dan Alex Soosay:

    1. Statuta FIFA pasal 18, butir 1, menyatakan bahwa “Liga atau group sepak bola lainnya yang berafiliasi sebagai anggota FIFA harus tunduk dan diakui sebagai anggota.” Pasal ini juga dicerminkan dalam Pasal 16 butir 1 Statuta AFC yang menyatakan bahwa “Klub, Liga, Asosiasi Regional atau group-group lainnya dari stake holders yang berafiliasi ke Anggota Asosiasi harus tunduk kepada dan diakui sebagai Anggota Asosiasi.

    2. ISL bukanlah anggota PSSI dan juga tak dikenal oleh PSSI. Klub-klub yang bermain di ISL, oleh karena tindakannya akan mengancam kapasitas PSSI untuk melaksanakan statuta FIFA. Dengan demikian ini merupakan sesuatu yang esensial bahwa PSSI akan mengambil suatu tindakan yang layak dengan maksud agar klub-klub yang bermain di ISL kembali di bawah kontrol PSSI.
    PSSI diminta memberikan tenggang waktu satu minggu kepada klub-klub ISL untuk kembali ke PSSI. Apabila klub tersebut tidak patuh, akan segera dikenakan sanksi.

    3. Permintaan tegas dari FIFA dan AFC bahwa tidak diperkenankan perangkat pertandingan PSSI terutama wasit untuk ikut serta dalam kegiatan ISL. Bagi mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi.

    4. Pemain yang bermain dalam liga ISL tidak bisa ditransfer untuk bermain keluar negeri. TMS (Transfer Matching System) mereka akan dicabut. PSSI diminta menyampaikan kepada FIFA dan AFC daftar nama klub-klub yang ikut ISL.

    5. Pemain-pemain ISL juga tidak diperkenankan bermain di tim nasional.

    6. Apabila sampai tanggal 20 Maret situasi kekisruhan ini tidak berakhir, maka persoalan PSSI akan dilaporkan kepada komite Asosiasi FIFA dan sanksi akan di kenakan untuk Indonesia.

    [Reply]

  18. tanda tanya
    December 23, 2011 at 12:53 pm #

    bebek way eh breakway, yo dibalas ayam way. lak yo gono to kang.

    [Reply]

  19. ink
    December 23, 2011 at 2:17 pm #

    tambah rame ae seng komen, seru iki

    [Reply]

  20. BoJan
    December 23, 2011 at 3:01 pm #

    Sesaat setelah pembacaan sanksi oleh Majelis Etik PSSI kepada empat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dibacakan, langsung ditanggapi oleh beberapa Exco penerima sanksi, salah satunya La Nyalla Mattaliti.

    Kepada wartawan ia menegaskan, jangan MajeliS Etik PSSI, AFC dan FIFA pun tidak akan bisa memecatnya sebagai anggota Exco PSSI. “Tidak ada yg bisa memecat saya sekalipun AFC atau FIFA. Kesalahan saya dimana?” tegasnya semalam.

    Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur juga memperingatkan kepada Majelis Etik bahwa yang berhak memecat dirinya adalah pemegang hak suara yang telah memilihnya sebagai anggota Exco.

    “Jadi jangan salahkan saya kalau mereka (Majelis Etik) berhadapan dengan 58 voter pemilih saya,” tandasnya.

    “Apakah saya menyuarakan kebenaran itu salah? Justru mereka (PSSI) yang memasukkan barang haram. Lihat saja Persema, Persibo, PSM yang terkena sanksi ke kompetisi tertinggi kita. Apa maksudnya orang-orang ini?” ujarnya.

    [Reply]

  21. aku boromania
    December 26, 2011 at 10:12 am #

    wah prei prei wayae bersantai

    [Reply]

Leave a Reply