Pembangunan Lampu Stadion, Rp7 miliar

Pembangunan lampu stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, Jawa Timur, menelan biaya Rp7 miliar untuk bisa dimanfaatkan dalam pertandingan kompetisi sepak bola dengan skala nasional pada malam hari.

“Dana pembangunan lampu stadion sebesar Rp7 miliar tersebut, berdasarkan hasil studi banding kami ke Jepara, Jawa Tengah,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Zainuri, Kamis.

Didamping anggota Komisi D DPRD lainnya, Suanto, yang baru tiba di Bojonegoro, Zaenuri menjelaskan, studi banding lampu stadion dilakukan di Jepara dengan melakukan pemantauan dan penghitungan biaya pembangunan lampu stadion setempat.

Di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, baik kondisi stadion dan lainnya tidak jauh berbeda dengan Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, membutuhkan 130 titik lampu.

Berdasarkan perhitungan dengan mengacu lampu Stadion Jepara, biayanya per titik mencapai Rp20 juta. Dengan demikian, lanjutnya, pembuatan lampu Stadion Letjen H. Sodirman Bojonegoro membutuhkan biaya sekitar Rp7 miliar.

Perbandingan pembangunan lampu stadion dengan mengacu Stadion Gelora Bumi Kartini tersebut cukup relevan, sebab kondisi kedua stadion tersebut tidak jauh berbeda.

Namun, katanya, kalau biaya pembangunan lampu Stadion Bojonegoro mengacu lampu stadion di Bandung (Si Jalak Harupat), misalnya, dinilai terlalu berlebihan. Sebab, lampu stadion di Bandung, karena kapasitas lebih besar, biaya pembuatan lampu jauh lebih mahal.

Menurut dia, dengan dialokasikannya dana pembangunan lampu Stadion Letjen H.Soedirman Bojonegoro sebesar Rp4 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 itu, penghitungannya masih kurang, kalau mengacu biaya pembangunan lampu Stadion Jepara.

“Besarnya biaya jelas kurang, karena itu studi banding yang kami lakukan ini bisa membawa manfaat untuk evaluasi usulan dalam pembangunan lampu stadion di Bojonegoro,” ujarnya menjelaskan.(anj)