Peminjaman Varney, Persebaya dalam Posisi Kalah

Persebaya Surabaya belum menemukan cara jitu untuk memuluskan rencana meminjam Varney Pas Boakai dari Persibo Bojonegoro. Ketidakcocokan harga membuat proses itu belum kelar hingga kemarin. Persibo bersikukuh dengan banderol Rp 200 juta, sedangkan Persebaya hanya mau maksimal Rp 100 juta.

Padahal, tim asal Kota Pahlawan itu berhasil menuntaskan proses lobi ke PSSI untuk meminta dispensasi mengganti Pablo Rojas yang cedera parah. Sayang, langkah lanjutan yang tidak kalah penting untuk mencari pengganti harus terganjal. Sementara pemain yang bersangkutan juga membutuhkan proses adaptasi.

Fakta itu memang membuat Green Force -julukan Persebaya- menyiapkam langkah alternatif dengan melirik penyerang dari klub lain. Namun, Varney adalah opsi pertama dan memang telah dibuktikan sendiri kualitasnya oleh manajemen saat laga puncak Divisi I di Stadion Manahan, Solo, pada 10 September lalu.

“Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk negosiasi dengan Persibo. Memang, kami akui bahwa Persebaya dalam posisi butuh. Tetapi, tidak begitu caranya, membuat harga seenaknya,” kata Lilik Suhartoyo, manajer Persebaya, kemarin

Dengan kondisi itu, lanjut dia, Persebaya lebih memilih santai dahulu sembari terus mendekati pemain secara langsung. Itu dilakukan karena memang satu-satunya opsi Persebaya berada di tangan Varney. “Varney kan memang ingin membela Persebaya. Kami berharap agar dia bisa meminta pengurus untuk menekan harga lebih rendah,” ujarnya.

“Kami kan hanya pinjam. Dan, tentu dengan peminjaman ini kami mengharapkan bisa sama-sama untung. Kami bisa mendapatkan tambahan tenaga dan Persibo pun diuntungkan kematangan Varney yang telah beradaptasi di Divisi Utama,” tambahnya.

Lilik kepada wartawan menunjukkan saat berkomunikasi dengan penyerang asal Liberia itu lewat telepon yang di-loudspeaker. “Kami akan mengutamakan kamu Varney. Jadi, kamu harus urus terus dengan pengurus Persibo,” kata Lilik dalam komunikasi itu. “Ya, saya akan berusaha,” jawab Varney.

Manajemen Persibo tetap bersikap sesuai dengan harga yang ditawarkan. Mereka pun menegaskan tidak ada masalah apabila Varney tidak jadi dipinjam. “Ya kalau nggak ketemu (kesepakatan) harganya, Varney kami izinkan pulang ke negaranya. Jadi, kalau mau cari orang lain, silakan,” kata Imam Sardjono, asisten manajer Bidang Teknis Persibo.

Menurut Sardjono, pekan depan Varney mengajukan izin pulang ke negaranya. Manajemen tim pun telah mengizinkan. “Libur kompetisi kan masih lama dan akhir Oktober nanti dia baru balik ke Bojonegoro. Kami akan memperpanjang kontrak Varney untuk musim kompetisi mendatang,” tutur Sardjono. (pen/ade/jpnn)
(sumber : Indopos)

3 Responses to “Peminjaman Varney, Persebaya dalam Posisi Kalah”

  1. alex po bojoneroro
    September 27, 2007 at 10:54 am #

    pak sarjono apa sebaiknya varney di pertahankan cz varney merupakan aset bersibo yang sangat penting.klo memang mau dijual berilah bandrol yang mahal……………………?

    [Reply]

  2. rojas
    September 27, 2007 at 2:38 pm #

    varney aja udah mulai gk betah di persibo karena jual mahal. baca jawa pos hari ini.

    [Reply]

  3. kwok
    September 27, 2007 at 10:57 pm #

    ya memang pantas lah pengurus bersikap demikian toh varney aset persibo tapiii jangan lah varney terus terusan di ajukan carilah tenaga lain untuk investasi persibo yang akan datang okdengan sarat jangan lepas kan varney

    [Reply]

Leave a Reply