Pentingnya Kesehatian

Copa IndonesiaSecara fisik dan mental Persibo Bojonegoro merasa diuntungkan dengan jadwal babak 8 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI). Sebagai satu-satunya tim dari kasta kedua, Laskar Angling Darma ini bisa fokus 100 persen di ajang multidivisi ini. Pasalnya Samsul Arif dkk. telah menyelesaikan tugas di pentas Divisi Utama, sementara kontestan lain masih berjibaku di lanjutan ISL.

“Ini memang modal berharga. Setidaknya saya bisa berkonsentrasi mempersiapkan tim khusus untuk Copa. Anak-anak tak terganggu lagi dengan Divisi Utama,” tutur Sartono Anwar, pelatih Persibo.

Namun, lanjut ayah kandung stoper Persib, Nova Arianto, ini, modal itu akan sia-sia jika pemain tak sehati untuk membawa Persibo ke jenjang lebih tinggi lagi. ”Semua materi sudah saya rancang. Saya hanya butuh komitmen pemain dan pengurus di CDSSI. Kami harus sepakat bahwa ini satu-satunya ajang tersisa yang harus kami kejar karena target 8 besar Divisi Utama sudah lepas,” papar pelatih asal Semarang ini.

Misi Sartono didukung penuh manajemen. Meski tak mematok target konkret, pengurus sepakat Persibo harus memperbaiki prestasi di CDSSI. ”Jika musim lalu bisa masuk 16 besar, sekarang harus lebih baik. Target kami mengalir saja. Kami harus menghadapi setahap demi setahap,” ujar Imam Sarjono, asisten manajer Persibo.

Teknik Tinggi

Bagi Sarjono, target konkret malah bisa menjadi beban bagi pemain. Namun, Sarjono bersyukur semua pemain punya misi pribadi untuk jualan kemampuan agar musim depan nasib mereka lebih baik.

”Saya tanya tiap pemain, rata-rata mereka ingin dilirik klub besar tahun depan. Karena itu, mereka ingin tampil bagus dan memikat. Ini sah-sah saja karena mereka ingin memperbaiki prestasi dan kesejahteraan,” katanya.

Sartono pun sedang meracik strategi untuk menghadang juara bertahan CDSSI musim silam, Sriwijaya FC, pada 28 Mei (tandang) dan 15 Juni (kandang). Tapi, Sartono tak akan meladeni teknik tinggi yang dimiliki Charis Yulianto dkk.

”Dari sisi teknik, pemain Persibo jelas kalah. Kami akan lebih mengoptimalkan kekompakan di lapangan. Keuntungan kami bisa terus memantau sepak terjang Sriwijaya di ISL. Dari situ, saya akan merancang taktik untuk leg pertama nanti,” ucap Sartono.

Kendalanya, kata Sartono, jarak pertandingan yang lama pascakompetisi Divisi Utama dengan putaran 8 besar CDSSI. Istirahat cukup panjang ini ditengarai Sartono bisa menurunkan daya sentuh pemain dan kekompakan tim.

”Saya harus mengadakan uji coba untuk menjaga ritme fisik dan permainan anak-anak. Ini sangat penting agar saat melawan Sriwijaya kami bisa on fire lagi,” tandasnya. (Ario Yosia/Gatot Susetyo)

*Tabloid Bola, Jumat 15 Mei 2009