Persibo Dihadang Jadwal Berat

Ketakutan supporter Persibo Bojonegoro melihat timnya turun takhta dari puncak klasemen Indonesian Premier League (IPL) ternyata datang terlalu cepat. Baru di pertandingan pertama putaran kedua, Persibo sudah harus tergusur.

Kekhawatiran turunnya performa di putaran dua sudah tercium saat jeda kompetisi silam. Boromania, supporter fanatik Persibo, meminta pelatih Paulo Camargo memperkuat tim dengan penambahan pemain anyar. Namun Camargo masih bersikeras timnya tak perlu pembenahan.

Kekalahan atas Semen Padang 2-4 di Stadion Sultan Agung, Bantul, sekilas menjawab keraguan Boromania tersebut. Berstatus tuan rumah dan biasanya memetik kemenangan, nyatanya Laskar Angling Dharma jauh kalah kelas dibanding Semen Padang.

Meski begitu, pelatih Paulo Camargo belum mau menyebut timnya mengalami penurunan. Kekalahan di Bantul menurutnya tidak hanya disebabkan kualitas tim, namun juga venue pertandingan yang diubah karena tidak adanya izin bertanding di Bojonegoro.

Selain itu, kualitas Semen Padang jauh di atas Persibo pada pertandingan itu. “Kami mendapat lawan yang sangat bagus. Paling bijaksana adalah melupakan kekalahan itu dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya,” ungkap Camargo kemarin.

Pelatih asal Brasil ini juga meminta Boromania bersabar dan realistis terhadap persaingan di IPL. Menjadi juara paruh musim bukan berarti jaminan sebuah klub bakal seterusnya di atas. Apalagi Persibo lebih banyak melakoni laga kandang di putaran pertama lalu.

“Saya kira supporter juga harus realistis seperti halnya staf pelatih. Persibo dalam perjalanan menjadi tim yang lebih baik dan itu tidak bisa langsung dilakukan dalam waktu singkat. Di luar sana banyak kekuatan yang sulit ditaklukkan,” bebernya.

Setelah kalah dari Semen Padang, Persibo harus menghadapi partai berat di tiga pertandingan berikutnya. Sangat tidak beruntung karena tiga laga itu harus dilakoni di luar kandang, yakni kontra PSM Makassar (15 April), Persija Jakarta (23 April) dan Persijap Jepara (29 April).

Pertandingan terberat mungkin adalah menghadapi PSM Makassar. Tim asal Sulawesi Selatan itu menjadi satu-satunya tim yang berhasil menahan imbang tim Oranye di Bojonegoro pada putaran pertama silam. Untuk laga ini Camargo belum mau berkoar banyak.

Fakta bahwa sangat sulit mengambil poin di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, membuat persibo harus mempersiapkan diri dengan keras. Kemungkinan kembali utuhnya komposisi pemain bukan jaminan bakal dengan mudah mendapatkan angka.

“Saya hanya ingin pemain tetap mempunyai kepercayaan diri setelah kalah dari Semen Padang. Memang sulit bertanding di Makassar karena timnya yang mereka miliki sangat bagus. Tapi semuanya masih bisa terjadi,” pungkas mantan pelatih Sao Paulo ini.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/acf)