Persibo Dilanda Krisis Finansial

Klub kebanggaan warga Kabupaten Bojonegoro, Persibo, sekarang ini dalam masalah finansial. Sebab, hingga Oktober ini, tanggungan manajemen Laskar Angling Dharma sudah mencapai Rp3 miliar.

Jumlah tersebut bisa bertambah membengkak, karena untuk gaji pemain pada bulan Oktober dan November ini belum bisa dibayarkan. Walaupun begitu, manajemen berjanji akan segera mencarikan jalan keluar, agar hak dari pemain bisa secepatnya diberikan. Karena, jika terlalu lama tertahan, bisa mempengaruhi mental pemain di lapangan.

Asisten manajer bidang keuangan Persibo, Abdul Mun’im menjaskan, jika dihitung sampai Bulan Desember mendatang, tunggakan Persibo bisa mencapai Rp6 miliar.

“Itu sudah termasuk gaji, sejak Oktober sampai akhir tahun nanti kepada para pemain dan seluruh tim,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini tanggungan manajemen kepada pihak ketiga sudah mencapai Rp3 miliar. Jumlah tersebut bisa terus membengkak, karena memang belum ada pemasukan yang signifikan.

“Rata-rata setiap bulannya manajemen harus mengeluarkan Rp1 miliar untuk gaji pemain,” terangnya.

Sejauh ini, harapan manajemen sebenarnya masih bergantung pada dana cadangan Rp2,3 miliar dari PAPBD yang sudah dihibahkan ke KONI Bojonegoro.

“Persoalannya dana tersebut sampai sekarang belum bisa dicairkan. Sehingga, terpaksa manajemen mencari dana talangan terlebih dahulu,” lanjut Mun’im.

Pria yang juga Ketua Panpel Persibo itu menegaskan, kondisi keuangan Persibo sebenarnya masih lebih baik dibandingkan dengan pola yang diterapkan tim lainnya. Sebab, ada tim yang masih mempunyai tunggakan gaji kepada pemain sejak musim lalu atau tiga bulan yang lalu.

Namun, pihaknya tidak ingin terus berlarut-larut dengan kondisi seperti itu, dan ingin segera membayarkan tunggakan ke pemain. (gk-25)