Persibo Harus Siap Stadion 1 September

Semakin dekatnya perhelatan Indonesia Super League (ISL), memaksa Persibo Bojonegoro yang baru lolos harus secepatnya bersiap-siap. Karena, infrastruktur yang belum memadai membuat Persibo Bojonegoro akan terancam tidak bisa menyelenggarakan laga home di Stadion Letjen H Soedirman, jika tidak segera dibenahi.

Saat rembuk bola di Kabupaten Bojonegoro bersama CEO PT LI, Djoko Driyono dan seluruh elemen sepak bola di Kota Ledre, Rabu (16/6/2010) mencuat jika stadion sesuai dengan standart yang telah distandartkan di ISL.

Menurut Djoko, stadion harus sudah bisa siap dipakai 1 September 2010 mendatang, atau beberapa saat sebelum kick off kompetisi ISL 2010/2011 dimulai. “Kalau tidak, maka tanggal 3 Agustus 2010 mendatang Persibo Bojonegoro sudah harus mengirimkan stadion alternatif hingga stadion yang dibenahi benar-benar siap,” kata Djoko.

Dijelaskan, jika semua itu sangat mendesak dan harus segera dilaksanakan. Tidak hanya itu saja, badan hukum juga harus dipunyai oleh Persibo Bojonegoro, sebagai kontestan baru di ISL musim depan.

“Paling lambat 15 Juli mendatang sudah legal dan 15 Agustus 2010 bisa disahkan oleh Departemen Hukum dan Ham (Depkumham),” tegasnya.

Menurut Djoko, dengan PT tersebut, Persibo Bojonegoro harus siap secara finansial secara berkelanjutan dan memikirkan bagaimana proses kedepannya. “Jangan sampai hanya mempunyai PT asal-asalan saja dan tidak serius,” jelasnya.

Ditambahkan, saat masuk ke ISL, maka klub harus sudah siap secara licensing. Diantaranya adalah aspek sporting, infrastruktur, personal dan administrasi, legal da finance.
“Dengan begitu, Persibo akan bisa menjadi tim yang bagus dan bisa bersaing dengan tim lain yang sudah lama di ISL,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Pengprov PSSI Jatim, Haruna Soemitro memandang, Persibo harus banyak bersosialisasi dengan tim asal Jatim lain yang sudah berlaga di ISL sebelumnya. Seperti Persik Kediri, Persebaya, Arema Malang, Persema Malang, maupun Persela Lamongan.

“Sebab, itu sangat penting untuk mengukur dan berprestasi. Mendapatkan dana dari APBD pada intinya tidak masalah,” terangnya.

Namun, harus ada penjelasan yang sangat kuat, apa yang bisa diberikan sepak bola yang telah didanai oleh APBD. Baik itu mengenai aspek sosial maupun publikasi keluar.
“Bayangkan saja jika nama Bojonegoro disebut saat pertandingan Persibo Bojonegoro ditayangkan langsung di televisi. Berapa jika diuangkan Pemkab memasang iklan di televisi,” tegasnya.

Pihaknya sangat yakin, jika kerja keras Persibo Bojonegoro selama ini bisa menuai sukses di ISL musim depan. Karena memang semuanya serba mungkin.

“Persibo bukan tim yang cetakan alias langsung jadi. Namun, Persibo merangkak dari bawah, hingga bisa mencapai gelar juara Divisi Utama,” sambungnya.(dul/ted/beritajatim.com)