Persibo Ikut Assessment di Surabaya

Klub kebanggaan warga Kabupaten Bojonegoro, Persibo Bojonegoro, akan bergabung dengan tim lain di Surabaya, Senin (15/8/2011) besok.

Agendanya tidak lain adalah untuk mengikuti assessment yang digelar oleh PSSI bersama dengan AFC. Sebab, untuk melakukan verifikasi klub, PSSI telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan assessment. Selain melakukan verifikasi, tugas Satgas bentukan PSSI ini akan melakukan pendampingan bagi klub-klub yang telah menyatakan kesanggupan diverifikasi.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh CEO PT Pengelola Persibo Indonesia (PPI) Widiawan Feriyanto Kodrat atau biasa disapa Ferry Kodrat, kepada blokBojonegoro.com, Minggu (14/8/2011) siang.

Diterangkan, kalau pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk administrasi PT PPI dan secara global Persibo. “Yang jelas, kami sangat yakin kalau Laskar Angling Dharma bisa lolos assessment,” katanya.

Pria yang juga Menejer Timnas Pra Piala Dunia tersebut menegaskan, untuk wilayah Jatim proses assessment akan dilaksanakan di Surabaya. Sedangkan Jateng ada di Jogjakarta, serta di luar pulau Jawa ada di Makasar dan Medan.

“Pada prinsipnya kita telah siap dengan segala kemungkinan-kemungkinan yang ada. Karena, sejak awal persyaratan yang diminta oleh PSSI dan AFC sudah ada di Persibo,” terangnya.

Menurutnya, ada beberapa perwakilan menejemen yang akan ke Surabaya. Dan pihaknya tidak mempermasalahkan sejauh ini untuk melengkapi persyaratan yang diinginkan.

Seperti disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tri Gustoro yang sangat mengapresiasi banyaknya klub yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi profesional. Pasalnya hingga batas akhir pendaftaran kompetisi profesional, sudah ada 74 klub yang mendaftarkan diri untuk diverifikasi.

Dijelaskan, jika PSSI sengaja membentuk tim Satgas itu untuk membantu dan memfasilitasi klub. Nanti klub diberikan kesempatan seluasnya untuk berkonsultasi dengan tim.

Selama sepekan tim Satgas bekerja dengan road show ke sejumlah daerah. Jakarta dipilih untuk pertama kali oleh tim yang melakukan assessment. Setelah itu, tim akan bergerak ke sejumlah kota seperti Jogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. [mad/blokbojonegoro.com]