Persibo Ingin Bangkit

Mengecap dua kekalahan beruntun tentu terasa pahit buat Persibo Bojonegoro. Karena itulah, partai melawan Solo FC akan jadi momen kebangkitan ‘Laskar Angling Dharma’ itu.

Di dua partai tandang, yakni melawan Persebaya 1927 Surabaya dan PSM Makassar, Persibo kalah masing-masing dengan skor 0-4 dan 0-2.

Kekalahan jadi hal yang dihindari saat Persibo menjamu Solo FC di Stadion Persibo, Bojonegoro, Sabtu (15/5/2011). Itulah tekad pelatih Persibo Sartono Anwar.

“Untuk laga ini kami harus maksimal meraih poin,” cetus Sartono Anwar dalam rilis LPI yang diterima detikSport.

Namun tekad Persibo memetik angka penuh dihantam kenyataan bahwa pilar lini belakangnya, Eduardo Bissaro, sedang terkena skorsing akibat kartu merah di laga kontra Persebaya 1927.

Selain Eduardo, Persibo juga tidak akan diperkuat Jajang Paliama dan M Irfan yang cedera. Walau begitu, Sartono tetap setia dengan pola favoritnya, 4-4-2.

“Ini sudah formasi tetap kami di kandang,” ungkap pelatih yang kerap memakai topi pet itu.

Kondisi Solo FC juga tak kalah compang-camping karena ada enam pilar mereka yang absen, yakni Muhammad Analis, Sergey Litvinov, Pitono (cedera) David Micevski, Slamet Widodo (skorsing) dan Yunet HW (seleksi timnas U-23).

“Kami tidak bisa mengotak-atik dia. Sebetulnya, dia bisa saja kami ambil untuk memperkuat tim melawan Persibo, tapi kami memutuskan biar dia konsentrasi saja di Timnas U-23. Apalagi dia kan debutan baru,” kata manajer Solo FC Toto Supriyanto perihal Yunet.(detiksport.com)