Persibo Jadi Tim Musafir

Dua Laga Awal Tak Bisa Gunakan Stadion Soedirman
Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro meminta agar dua laga home Persibo di awal kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini dilakukan di luar Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro. Sebab, pemasangan lampu stadion diperkirakan baru selesai Oktober mendatang.

“Kami sudah sampaikan itu ke manajemen Persibo,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro, Andi Tjandra.

Dia menuturkan baru pada minggu kedua Oktober, stadion bisa digunakan lagi untuk pertandingan home Persibo. Andi menuturkan, saat ini proyek pemasangan lampu stadion sudah dimulai. Empat sisi stadion juga sudah mulai dibongkar. “Kalau tiangnya akan berada di tepi lapangan,” tuturnya.

Empat sisi tribun yang sebagian dijebol, menurut dia, akan digunakan sebagai tempat trafo. Menurut dia, minggu depan pemasangan tiang lampu setinggi 30 meter lebih itu sudah akan dimulai. Menurutnya, saat ini tiang lampu sudah dalam perjalanan ke Bojonegoro. Sementara terkait kelengkapan lampu, kata dia, akan dilakukan tender setelah P-APBD disetujui. Hanya, untuk pemasangan lampu akan lebih mudah saat tiang sudah dipasang. “Yang jelas bisa selesai bersamaan jika tidak ada kendala,” tegasnya.

Andi menuturkan kemampuan pencahayaan lampu menggunakan standar internasional yakni 1.200 luks. Dimana, satu tiang membutuhkan lebih dari 40 titik lampu. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 8,5 miliar. Bila semua sudah terpasang, menurut dia, pancaran cahaya yang dihasilkan lebih terang daripada Stadion Surajaya Lamongan. Andi menjelaskan, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan genset dengan kemampuan 320 ribu watt. “Dan genset itu yang awal akan kami sediakan bersama tiang lampu. Sementara lampunya nanti separo dulu tapi sudah bisa dipakai main bola,” tuturnya. (ade/wid/jpnn)