Persibo Kecewa Kepemimpinan Wasit

Liga Jatim: Persibo vs Persikubar 1-3
Persibo Bojonegoro harus berusaha keras agar bisa lolos ke babak semifinal. Diwarnai tiga kartu merah, Persibo tunduk dari Persikubar Kutai Barat dengan skor telak 3-1, Senin (30/8/2010) di stadion Gelora Delta.

Babak pertama baru berjalan 11 menit, Persikubar sudah mencetak gol melalui Cornelis Kaimu. Memanfaatkan umpan dari Orock Charles, Kaimu sukses menggetarkan jala Persibo yang dijaga Syaifuddin. Gol ini sempat memantik amarah dari offisial Persibo. Sebab Kaimu jelas dalam posisi offside, tapi hakim garis tidak mengangkat benderanya.

Persibo baru bisa menyamakan kedudukan sepuluh menit setelahnya, tepatnya menit ke-21. Striker mungil, Samsul Arif mudah saja menceploskan bola ke jala Persikubar. Persibo kembali mendapat kesempatan pada menit ke-28. Sayang Jajang Paliamah yang mendapat umpan dari Victor da Silva dianggap offside oleh hakim garis.

Pada menit ke-29, wasit memberikan tendangan bebas untuk Persikubar, pelatih Persibo, Sartono Anwar pun langsung melakukan protes keras. Ia sempat adu mulut dengan wasit cadangan. Ayah dari Nova Arianto ini meminta pemainnya mogok bertanding selama kurang lebih delapan menit.

Setelah dibujuk oleh pengawas pertandingan, Sabilillah, tim berjuluk Laskar Angling Dharma akhirnya memutuskan untuk meneruskan pertandingan. Dasar apes, pada menit ke-40, Persibo harus kehilangan Samsul karena mendapat kartu kuning kedua.

Semenit setelah Samsul keluar, gawang Persibo kembali bergetar. Kali ini melalui sumbangsih Widi Susanto. Persikubar kembali menggandakan kedudukan menjadi 3-1 pada menit ke-45. Tendangan loop Kodari Amir membuat kiper Syaifuddin tak berdaya. Persikubar pun menutup babak pertama dengan kemenangan telak 3-1.

Pada babak kedua, kedua tim masih bermain menyerang. Persibo yang kehilangan Samsul Arif masih mampu mempertahankan irama terbaiknya. Berulang kali kecepatan striker Dicky Firasat mampu mengalahkan pemain belakang Persikubar, sayang hakim garis sangat rajin mengangkat bendera.

Wasit Musa Amin asal Jember kembali mengeluarkan karu merah dari saku bajunya. Kali ini bek Persikubar, Fendi Taris mendapat hadiah kartu merah usai menginjak kaki M Irfan pada menit ke-66. Anehnya, Irfan yang menjadi korban juga dihadiahi kartu merah.

Persibo pun harus menjalani laga dengan sembilan pemain, sedangkan Persikubar unggul dengan 10 pemain. Meski dirugikan, kali ini official Persibo tetap tenang dan tidak mengeluarkan protes atas kejadian ini.

Pada menit ke-80, Persibo kembali mencetak peluang melalui tendangan jarak jauh Nur Hidayat. Sayang bola yang membentur mistar memantul ke luar gawang. Akhirnya, hinggsa usai laga skor 3-1 untuk kemenangan Persikubar tetap bertahan. Kekalahan ini membuat langkah Persibo untuk lolos semakin sulit. Sebab mereka butuh kemenangan lebih dari tiga gol.

Menurut asisten pelatih Persibo, Bambang Pramuji, wasit sangat merugikan timnya dan banyak memberikan ‘hadiah’ ke lawan mereka, Persikubar Kutai Barat.

“Sebenarnya pertandingan cukup menarik. Tapi kita tidak bisa menampilkan permainan terbaik. Soal wasit anda melihat dan semua melihat, semua orang bisa menilai. Yang jelas kami sedikit kecewa dengan pengadil lapangan,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, pelatih Persikubar, Suwandi HS senang dengan kemenangan telak atas Persibo. Menurutnya, permainan anak buahnya sangat bagus dan sesuai dengan skema bertanding. Dan, hasilnya juga sesuai harapan. “Kita memang target lolos ke semifinal,” tutup Suwandi. (sya/kun/beritajatim.com)