Persibo Kesulitan Bayar Gaji Pemain

Manajemen Persibo Bojonegoro, Jatim, kesulitan membayar gaji para pemainnya selama dua bulan, November dan Desember yang besarnya mencapai Rp2 miliar.

“Kalau dalam waktu dekat kita tidak bisa mendapatkan pinjaman, kemungkinan dua bulan gaji pemain belum bisa dibayar,” kata Asisten Manajer Bidang Keuangan Persibo Abdul Mun’im, Jumat.

Dia menjelaskan, kebutuhan membayar gaji pemain, termasuk biaya operasional dengan mencairkan dana APBD 2010 yang masih tersisa sebesar Rp2,3 miliar mengalami kesulitan.

Alasannya, pencairan dana APBD tersebut harus menunggu rampungnya penyelesaian administrasi surat perintah perjalanan (SPJ) yang digunakan tim dengan anggaran sebelumnya.

“Kami terus berusaha menyelesaikan SPJ pemanfaatan anggaran sebelumnya,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya mengalami kesulitan meminjam dana kepada pihak ketiga.

Sebelum ini, pinjaman Persibo kepada pihak ketiga sudah mencapai Rp2 miliar lebih. Dalam kondisi normal keuangan yang harus dikeluarkan Persibo awal Desember ini mencapai Rp4 miliar lebih, untuk membayar gaji pemain dan membayar utang kepada pihak ketiga.

“Kita belum tahu dapat uang dari mana lagi,” kata Manajer Persibo Taufik Risnendar yang ditemui terpisah.

Meminjam kepada pihak ketiga, lanjutnya, sudah sulit, sehingga satu-satunya harapan dengan mencairkan anggaran APBD yang masih tersisa sebesar Rp2,3 miliar.

Itupun pencairannya masih membutuhkan proses dan masih belum mencukupi untuk membayar gaji pemain dan membayar utang.

Pria yang juga Komandan Kodim 0813 Bojonegoro itu, mengatakan, pada APBD 2011, Persibo mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp6 miliar. Separuh anggaran akan dimanfaatkan untuk menutup utang, sedangkan anggaran yang masih tersisa hanya mampu bertahan hingga Maret 2011.

“Kita belum tahu dapat anggaran dari mana lagi, sebab kompetisi pada bulan Mei dan Juli masih berjalan,” ucapnya.(antara)