Persibo: LPI dan PSSI Jangan Saling Ngotot

Munculnya Liga Primer Indonesia (LPI) yang sudah dideklarasikan membuat pilihan dan juga pencerah bagi masa depan persepakbolaan Indonesia skala nasional.

Tetapi, jika ditanggapi dengan tidak baik dan ada pihak yang merasa terganggu dan melakukan upaya pencegahan yang memababi buta, maka dampaknya malah tidak akan baik.

Bahkan, dengan terang-terangan Persibo Bojonegoro, melalui Menejer Letkol Inf Taufiq Risnendar kepada beritajatim.com, Minggu (19/9/2010) mengaku risau dengan kondisi belakangan ini.

Menurutnya, apa yang ditawarkan oleh tim perumus LPI sangat bagus demi kemajuan sepak bola nasional dan masa depan klub di Indonesia.

Tetapi, kabar terkait penolakan PSSI yang muncul di media massa melalui Ketua Nurdin Halid, membuat semuanya semakin tidak menentu.

“Seharusnya, semuanya tidak harus saling ngotot dan bersikeras,” kata Taufiq.

Pria yang juga Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro itu menerangkan, seharusnya antara penggagas LPI dan PSSI bisa saling berkolaborasi untuk kemajuan sepak bola nasional.

“Kalau saat ini, lebih terkesan saling ngotot dan ingin menang sendiri,” sambungnya keras.

Dikatakan, jika sebagai petinggi klub yang sudah bercokol di kompetisi tertinggi di Indonesia, Indonesia Super League (ISL), pihaknya ingin benar-benar ada kompetisi yang sehat dan benar-benar memajukan sepak bola di bumi pertiwi ini.

“Kami minta, ego pribadi atau perseorangan ditanggalkan terlebih dahulu. Kita bersama memikirkan sepak bola bersama,” jelasnya.

Sebab, jika mereka yang terlibat di LPI dan petinggi PSSI masih ngotot, maka persoalan persepakbolaan nasional tidak terurai dengan baik, bahkan akan bertambah rumit.

“Nanti, para anggota klub yang kebingungan. Makanya, kami akan memantau terus perkembangannya,” tegasnya.

Sejauh ini, belum ada keputusan apapun mengenai dilaunchingnya LPI. Persibo memilih untuk berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro dan juga elemen supporter Persibo, Boromania.

Sekaligus menyiapkan semaksimal mungkin jelang pertandingan perdana ISL 2010-2011 yang akan dihelat 26 September mendatang di Stadion Brawijaya Kediri.(dul/ted/beritajatim.com)