Persibo Membidik Kurniawan Dwi Yulianto

Diam-diam manajemen Persibo Bojonegoro secara intensif melakukan pendekatan terhadap eks pemain Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Bahkan, kabarnya si-Kurus, panggilan akrab pemain yang telah malang melintas di persepakbolaan nasional tersebut tinggal menunggu saja. CEO PT Pengelola Persibo Indonesia (PPI), Widyawan Feriyanto Kodrat juga sudah dua kali bertemu pemain yang bersangkutan.

Kepada blokBojonegoro.com, Kamis (15/9/2011), Ferry Kodrat, panggilan akrab CEO PT PPI membenarkan kabar tersebut. Sekarang ini manajemen Persibo tinggal menunggu kabar dari Kurniawan pada 25 September mendatang.

“Dua kali kami bertemu dengan Kurniawan dan ia sangat tertarik untuk bisa bergabung dengan Persibo Bojonegoro,” jelas pria yang pernah menjadi wartawan di Ibu Kota tersebut.

Dikatakan, walaupun telah memasuki masa yang tidak muda lagi, tetapi skill dan juga kemampuan bermain bola Kurniawan masih dianggap layak oleh Ferry Kodrat. Sehingga, mendatangkan Kurniawan menjadi salah satu pilihan yang tepat.

“Kita tunggu saja kabar baiknya, karena sekarang ini pendekatan masih terus dilakukan. Kita diminta menunggu jawaban 25 September mendatang,” lanjutnya.

Ferry menjelaskan, pendekatan terhadap si-Kurus telah dilakukan beberapa waktu belakangan ini. Apalagi, yang bersangkutan sebelumnya membela klub yang sama-sama berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), Tangerang Wolves FC.

Seperti diketahui, semasa kejayaannya, Kurniawan menjadi salah satu dari segelintir pemain Indonesia yang pernah bermain di kompetisi di luar negeri. Dua klub luar negeri yang pernah dia bela, yaitu FC Luzern di Liga Swiss (1994-1995) dan Serawak FA (2006) di Malaysia Premiere League.

Tidak hanya itu saja, ketika membela tim nasional selama 11 tahun, 1995-2006, Kurniawan menjadi salah satu pemain andalan. Pemain kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini, tercatat menyumbang 33 gol dalam 60 pertandingan yang dijalaninya.

Sebelum bergabung ke Tangerang Wolves, Kurniawan pernah bermain untuk Pelita Jaya, Persija, dan Persitara (Jakarta), PSM (Makassar), PSPS (Pekanbaru), Persebaya (Surabaya), PSS (Sleman), Persisam (Samarinda), Persela (Lamongan), dan PSMS (Medan) sejak 2010. [blokBojonegoro.com]