Persibo Minta Percepat Renovasi Stadion

Walaupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro telah merancang renovasi stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, tetapi hingga kini belum diketahui berapa total anggaran yang disetujui dewan. Oleh karena itu, Badan Anggaran DPRD Bojonegoro meminta kepada Tim Anggaran Pemkab Bojonegoro untuk segera mengadakan pertemuan bersama antar kedua belah pihak.

Hal itu seperti dikatakan oleh Agus Susanto Rismanto, kepada beritajatim.com, Selasa (22/6/2010). Dijelaskan, pria yang juga anggota Badan Anggaran tersebut, jika dengan bertemuanya dua pemegang kebijakan anggaran itu akan menjadikan renovasi bisa dipercepat.

“Kami ingin mengetahui, prioritas apa saja yang akan dilakukan oleh DPU untuk membenahi stadion,” kata Agus.

Politisi asal PNBK Indonesia itu menerangkan, jika pihaknya menginginkan Pemkab Bojonegoro jangan banyak retorika saja. Melainkan dibuktikan melalui kerja nyata. “Jangan sampai masyarakat mempertanyakan keseriusan pemkab dan dewan untuk menyiapkan infrastruktur jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL),” terangnya. Sebab, seperti dijelaskan oleh CEO PT Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono beberapa waktu lalu, jika September 2010 nanti stadion harus sudah sesuai dengan standart yang ditetapkan oleh penyelenggara kompetisi.

“Kami juga telah menyampaikan kepada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA), jika ada pergeseran anggaran bisa dimungkinkan jika masih satu rekening,” tambahnya.

Agus menegaskan, jika tidak segera bertemu antara Tim Anggaran Pemkab Bojonegoro dan Badan Anggaran DPRD Bojonegoro, maka pembangunan akan lama terwujudnya.
“Untuk merumuskan percepatan pendanaan ke Persibo? dan juga renovasi stadion, kami sudah siap untuk diajak bicara,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala DPU Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra menjelaskan, jika pihaknya telah melangkah lebih cepat dibandingkan biasanya. “Ada beberapa item yang sudah dipikirkan dan tengah dikonsultasikan kepada pimpinan,” tegasnya. Diantara item yang dimaksud adalah, pembukaan rehap non permanen dalam stadion. Yakni dengan memberikan sekat untuk ruangan-ruangan yang dimungkinkan.

“Total dana yang dibutuhkan antara Rp 300 juta sampai Rp 500 juta,” sambung Andi.

Dana tersebut akan dipakai untuk membuat ruangan press conference, ruang ganti wasit dengan kamar mandi dalam, dan juga menambah AC untuk semua ruangan.
“Yang sudah memasuki tender adalah pemasangan lampu stadion, dengan anggaran awal Rp 4 miliar,” jelasnya.

Andi juga telah menjelaskan kepada dewan terkait dengan persetujuan design sesuai dengan yang diharapkan oleh menejemen Persibo. Yakni, menggeser dari design awal yang berada di dalam stadion menjadi ke luar.

“Dengan adanya pergeseran tersebut, maka tinggi semua yang hanya 35 meter menjadi 47 meter. Sehingga, kami masih terus mengotak-atiknya,” tambahnya.

Sementara itu untuk anggaran yang ada, kemungkinan sudah bisa memasang 4 tiang lampu di masing-masing sudut stadion, tetapi lampunya belum penuh dan genset juga belum bisa diadakan. Sehingga, harus dipenuhi anggaran total antara Rp 7,5 miliar sampai Rp 8 miliar untuk melengkapi pemasangan lampu. Sehingga akan bisa terpasang 4 titik tiang masing-masing 34 buah lampu yang menjadi totalnya sebanyak 136 titik lampu. (dul/gir/beritajatim.com)