Persibo Minta Tandang Dulu

Manajemen Persibo Bojonegoro akan meminta kepada Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) untuk menjalani partai tandang terlebih dahulu. Dalam pertandingan babak 24 besar Copa Indonesia IV itu, Persibo akan menghadapi PPSM Sakti Magelang.

“Pertimbangan kami adalah saat kandang, Stadion Letjen H Soedirman sudah bisa kami gunakan,” kata Asisten Manajer Persibo Bojonegoro Imam Sardjono kepada Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group) kemarin (21/12). Dia menjelaskan hingga saat ini belum menerima jadwal terkait pertandingan yang akan dilakoni Persibo di babak 24 besar Copa Indonesia.

Berdasar informasi yang diterimanya, mungkin laga 24 Copa Indonesia bagi Persibo adalah antara 12 Januari dan 24 Januari. Karena itu, lanjut dia, jika Persibo bisa melakukan home di atas 20 Januari, kemungkinan menggunakan Stadion Letjen H Soedirman akan lebih terbuka. “Harapannya seperti itu,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan putaran dua Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, dia mengatakan belum menerima jadwal. Hanya, ancang-ancangnya berdasar surat dari BLI adalah 25 Januari. “Itu pun masih tentatif,” imbuhnya.

Meski demikian, dia tidak berharap penuh terkait permintaan agar bisa melakukan laga home. Namun, jika memang disetujui, tentu hal itu menjadi kabar gembira bagi seluruh pencinta bola di Bojonegoro.”Saya sendiri sering ditanya suporter kapan bisa main di Bojonegoro,” tegasnya.

Permintaan tersebut, lanjut pria yang juga pengusaha Saprodi itu, akan disampaikan melalui surat ke BLI. Yang jelas, dalam beberapa hari ini surat tersebut harus sudah dikirim. “Mumpung jadwalnya belum turun,” katanya.

Lamanya latihan fisik bagi para Pemain Persibo akan bertambah. Sebab, pelatih Persibo Sartono Anwar menginginkan agar latihan fisik dilakukan selama lima minggu. “Hasil dari latihan fisik memang belum terlihat,” kata Sartono. Menurut dia, dalam laga uji coba melawan Persipura lalu, belum terlihat peningkatan fisik para pemain.

Meski demikian, lanjut Sartono, bukan tidak mungkin porsi latihan fisik ditambah. Rencana awal, latihan fisik akan dilakukan selama seminggu. “Namun, karena masih ada jeda waktu, akan saya tambah jadi lima minggu,” ungkapnya.

Sartono juga menuturkan, fisik para pemain akan sangat menentukan di lapangan. Selain itu, dengan fisik yang bagus, para pemain tak mudah emosi. “Mereka bisa mengikuti alur permainan yang saya inginkan,” tuturnya.

Pelatih timnas era 90-an itu menegaskan, setelah melakukan latihan fisik, para pemain akan melanjutkan dengan pola latihan teknik. “Di situ nanti diperlukan uji coba untuk melihat tingkat kemajuan tim selama latihan,” jelasnya.

Untuk uji coba awal tersebut, dia akan mengajak Persela Lamongan U-21. Setelah itu, Persibo dijadwalkan melawan Persikab Kabupatan Blora. Dua pertandingan itu, menurut dia, akan dilakukan di kandang lawan. “Selain itu, kami lakukan penjajakan uji coba yang lain,” tegasnya. (ade/jpnn/ko)
(Sumber : Jawapos)