Persibo – Persiba 3 – 0

Kuantitas tim Jatim adalah yang terbanyak di Grup III Divisi I PSSI. Mereka adalah Gresik United (GU), Persibo Bojonegoro, Mojokerto Putra (MP), Persid Jember, Persedikab Kab Kediri, dan Persipro Probolinggo.

Namun, itu tidak membuat mereka mudah menguasai grup tersebut. Sejak pertengahan putaran I, PSIR Rembang dan Persiba Bantul, dua tim luar Jatim, justru duduk bergantian di puncak.

Kemarin, usai laga keempat putaran II, tim Jatim mulai menggeliat. Persibo Bojonegoro berhasil mengambil alih klasemen dengan poin 27. Itu setelah tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu membungkam Persiba dengan skor 3-0 (1-0) di Stadion Letjend Sudirman, Bojonegoro. Apalagi, PSIR, yang terus menguntit, ditundukkan MP dengan skor 0-2 (0-2) di Stadion Gajah Mada, Mojokerto.

GU juga ikut meramaikan persaingan dengan membayangi Persiba dan PSIR dengan menempati posisi IV. Tim asuhan Sanusi Rachman tersebut mendapatkan posisi itu usai menaklukkan Persepar Palangka Raya dengan skor 2-0 (1-0) di Stadion Petrokimia, Gresik. Dua gol tim asal Kota Pudak itu dilesakkan Denilson menit ke-42 dan digenapi Ainur Rochim di menit ke-84.

“Akhirnya, kami berhasil lepas dari kepungan tim Jateng dengan menduduki tempat teratas. Ini akhir yang manis meski belum berakhir. Itu dikarenakan selama ada Piala Asia kompetisi di Indonesia berhenti,” kata Kup Yanto Setyono, manajer Persibo.
Sedangkan GU juga makin semangat menggeser Persiba dan PSIR yang bercokol di ranking kedua dan ketiga. “Posisi kami masih di tempat keempat. Kami tentu akan berusaha maksimal untuk mengerek peringkat untuk melaju ke babak selanjutnya,” tegas Sanusi, pelatih GU.

Dalam perkembangan yang lain, kemenangan besar mewarnai pertandingan di Grup II dan IV. Persikab Kab Bandung yang menjamu PSB Bogor unggul dengan skor telak 7-1 (4-1) di Stadion Jalak Harupat, Kab Bandung. Laga baru berjalan satu menit, Persikab sudah unggul lewat Toure Marlaye. Kemudian, Anwaruddin menambah kemenangan timnya di menit ke-15, Tantang menit ke-24, Warrawut Wangsawat menit ke-42, dan tiga gol terakhir diborong Usman Rusmana di menit ke-76, 81, dan 83. Sedangkan gol hiburan PSB dicetak Gondo Anggodo menit ke-18.

Kemenangan lebih telak berhasil dibukukan Mitra Kukar atas Persidago Gorontalo. Mitra Kukar ungul dengan tujuh gol tanpa balas di Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Pencetak tim asuhan Mustaqim itu adalah Sebastian Balbi menit ke-7 dan 57, Alfredo Figueroa menit ke-26 dan 47, Carlos Bergotini menit ke-12, Luis Edmundo menit ke-49, dan Iswanto menit ke-89.

“Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh elemen tim. Hasil ini juga akan menjadi bekal berharga bagi kami saat menghadapi laga derby sesame tim Kaltim, Persisam Samarinda pada 5 Juli nanti,” kata Mustaqim, arsitek Mitra Kukar yang sukses membawa Jatim meraih emas PON 2004. (pen/bal/jpnn)

12 Responses to “Persibo – Persiba 3 – 0”

  1. sweedia
    July 1, 2007 at 3:27 pm #

    Mantaps… kandang Persibo masih perawan dari kekalahan :)

    Divisi Utama sudah menunggu.

    [Reply]

  2. cyberbumi
    July 2, 2007 at 8:37 am #

    semoga di pertandingan selanjutnya persiba tidak pernah kalah dan persibo tidak pernah menang 😛

    [Reply]

  3. dons
    July 2, 2007 at 8:54 am #

    benteng viola tunggu laskar angling darmo di div. utama ya….

    [Reply]

  4. cyberbumi
    July 2, 2007 at 9:59 am #

    terima kasih telah mampir ke situs kami yang sederhana. semoga tim yang terbaik yang menang dan promosi

    [Reply]

  5. DARTO
    July 2, 2007 at 10:12 am #

    maju terus persibo jangan hiraukan omongan paserbumi dia iri kita bisa menahan imbang dikandang, biasa mas pertandingan ada yang kalah dan menang kunjungi website kami ya…

    [Reply]

  6. mas_oon
    July 2, 2007 at 9:09 pm #

    bukan hanya perawan dari kekalahan saja mas sweedia, tapi juga masih perawan dari kebobolan. musim ini belum ada yang bisa menjebol gawang Persibo jika main di letjen H Soedirman (khusus divisi I Ligina 2007 lho, klo copa sudah bobol).

    untuk mas rooney:
    kalah menang dalam pertandingan itu biasa, tapi menerima kekalahan dengan lapang dada, itu sesuatu yang luar biasa.
    saya memang boromania, tapi mencoba seobyektif mungkin untuk meredakan emosi anda. kebetulan saat pertandingan, saya melihat langsung di balik pagar trali besi, di belakang hakim garis sebelah utara (babak I di daerah pertahanan Persibo).

    kronologisnya begini:
    menit 22: pemain belakang Persibo Agus Manto, memainkan bola di daerah pertahanan sendiri lalu back pass ke kiper, Saifudin. sambil menunggu kawannya berada di posisi yang enak, si kiper memainkan bola di kakinya. di tempat yang lain, pemain Persiba mencoba untuk mengganggu kiper dengan tujuan (tentunya) agar bola segera di tendang. saat akan mendekati kiper itulah, terjadi body contact dengan Agus Manto di luar kotak penalti yang menyebabkan Pemain Persiba tersungkur kesakitan (saya gak tahu pasti apa yang terjadi karena saya fokus pada bola yang dikuasai kiper). melihat salah seorang pemain mengerang kesakitan, bola lantas dibuang keluar oleh kiper agar pemain yang kesakitan itu segera mendapat pertolongan.
    setelah itu kapten kesebelasan Persiba, M. Eksan protes atas keputusan wasit yang acuh terhadap kejadian tsb (itu adalah kontak fisik tanpa bola). mendapat protes dari persiba, wasit mencoba untuk berkonsultasi dengan hakim garis dan memutuskan tidak terjadi pelanggaran.
    sontak, emosi sang kapten memuncak dan secara spontan mengumpat pada wasit. saat itulah wasit langsung mencabut katu merahnya untuk M. Eksan.

    ada lagi kejadian sekitar menit ke-46 saat gol Persibo dianulir. umpan kebelakang Ali Usman kepada Roni Irawan yang diselesaikan dengan baik, malah dianggap offside. memang saat itu posisi 2 pemain Persibo tinggal berhadapan dengan Kiper persiba saja, tapi umpannya ke belakang dan posisi Roni Irawan pun juga di belakang Ali Usman.

    sementara cukup ini dulu klarifikasi langsung dari salah seorang penonton Persibo vs Persiba yang mencoba seobyektif mungkin untuk tidak memihak.

    [Reply]

  7. dons
    July 3, 2007 at 9:07 am #

    Ngomong ngomong masih ada 8 besar , jangan besar kepala dulu , tetap semangat dan jangan jumawa … hidup Persibo. Boromania Jabotabek menginginkan kau di div. utama , bukan di div. siji terus.

    [Reply]

  8. cyberbumi
    July 3, 2007 at 9:41 am #

    mas mbok kalau ada kata-kata yang kasar dimoderate commentnya

    >> terima kasih sudah mengingatkan, admin lagi KO beberapa hari ini jadi gak bisa menghandle, mohon maaf atas ketidaknyamanan.

    [Reply]

  9. dons
    July 3, 2007 at 4:37 pm #

    sorry mas agak kasar tadi komen , lha wong persibo udah darah daging dari kecil kok krungu omongan koyo ngono. aku wis suporter persibo jamane pemainne mas harjo , mas tri , mas yarmanu ( bapakke si-reggi ) , gak trimo rasane rek…. sampek tuwek persibo tak pantau terus , meski gak pernah nonton live di stadion sudirman. Salam kanggo mas Gatut , aku koncone ning IM biyen.

    [Reply]

  10. sweedia
    July 3, 2007 at 9:42 pm #

    pokok e tak enteni nang senayan 😀
    eh finale divisi I nang endi yah? senayan dudu’ ?

    [Reply]

  11. paserbumi
    July 4, 2007 at 11:24 am #

    hiks3 ternyata persiba harus kehilangan eksan dan bermain dengan 10 orang pemain ya……

    pantesan bisa kalah sampe 3-0 arghhhhh

    eksan2 kenapa harus memaki-maki wasit……

    eh abong juga ga main ya?……arghhhh…lawan PSIR harus menang……

    [Reply]

  12. Badrul
    July 10, 2007 at 4:26 pm #

    saya ikut tunggu jg klarifikasi dari semua pihak, termasuk dari para Paserbumi untuk menyikapi pertandingan Persibo Vs Persiba, he3… Budayakan, tradisikan, untuk selalu tukar informasi antar suporter, biar semua bisa tau apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.. Jgn lantas (gampang) emosi ya, coz semua terasa indah jika diselesaikan dengan cara persuasif-dialogis… Aku Boromania, tapi domisili di Jogjakarta, Sleman…
    Boromania jgn brutal rek, ojo ditiru gaya suporter lain (ga’ sebut nama) yang bertindak anarkis, apalagi tret tet tet pake sepeda motor, nanging ra tau gelem mBayar kalo beli bensin… Jujur, tiap kali PSS Sleman maen, gwe selalu nonton N gwe salut dengan para Slemania, bisa obyektif, tur yo ra ngamuk2 pas timnya kalah, malah nek ono “oknum” suporter sing ‘brutal’ diteriaki “…nDesooooo”, ra ngerti bal2ane wong kutho sing iso nrimo kekalahan… Peace!!! Damai untuk seluruh suporter Indonesia
    CDama

    [Reply]

Leave a Reply