Persibo Pilih Manahan

Stadion Alternatif untuk Tuan Rumah ISL
Penyiapan stadion alternatif dan training ground bagi tim Persibo Bojonegoro yang akan berlaga di Indonesia Super League (ISL) sudah tidak ada masalah.

Hal tersebut diungkapkan manajer Persibo, Letkol (Inf) Taufik Risnendar. Dia menjelaskan, penyiapan stadion alternatif dan training ground adalah salah satu syarat yang diberikan Badan Liga Indonesia. “Dan 15 Agustus nanti adalah batas terakhir kita menyerahkannya,” kata dia.

Taufik menuturkan, untuk stadion alternatif, manajemen sudah deal dengan pengelola Stadion Manahan Solo. Bahkan, menurut dia, pengelola Stadion Manahan sudah mengirimkan surat persetujuannya. Sementara, untuk training ground tinggal menunggu proses administrasi dari pengelola Sekolah Model Terpadu (SMT) Sukowati, Kapas. Dia menuturkan surat persetujuan tersebut sudah akan selesai dalam satu dua hari ini. “Itu akan kami lampirkan ke BLI,” tegasnya.

Pria yang juga Dandim 0813 Bojonegoro itu tetap berharap pelaksanaan rehab Stadion Letjen H Soedirman bisa segera selesai. Sehingga saat Superliga digelar 18 September nanti, stadion yang dibangun awal 1990 itu sudah siap digunakan sebagai homebase Persibo. “Kami tetap optimistis bisa main di sini (Stadion Letjen H Soedirman, Red),” tuturnya.

Sementara, penyiapan Stadion Manahan sebagai stadion alternatif adalah sebagai bentuk antisipasi. Dia menjelaskan, dipilihnya Stadion Manahan karena letak geografis serta faktor historisnya bagi Persibo. “Tapi sekali lagi ini merupakan alternatif saja,” ujarnya.

Saat ini, manajemen Persibo juga masih memproses pembentukan badan hukum yang merupakan salah satu syarat untuk tampil di ISL. Menurut dia, untuk badan hukum sendiri tinggal menunggu surat persetujuan dari PSSI. Dimana, nama PT menggunakan Persibo harus ada surat tidak keberatan dari PSSI. “Kalau masalah itu selesai, badan hukum segera terbentuk,” tuturnya. (ade/wid/jpnn)