Persibo Sesalkan Sikap SFC

Manajemen Persibo Bojonegoro merasa dirugikan,baik secara moril maupun materiil,akibat adanya pembatalan pertandingan menghadapi Sriwijaya FC (SFC).

Rencananya,kedua tim itu bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ),Palembang, Sumatera Selatan,Rabu (30/11). Manajer Persibo Nur Yahya mengungkapkan,manajemen SFC terkesan tidak mengakomodasi kedatangan pihaknya ke Palembang. Pihaknya juga melihat adanya gelagat kurang baik dari tuan rumah.Situasi itu membuat Nur melaporkan kejadian tersebut kepada PT Liga Prima Indonesia Sportindo selaku operator Indonesian Premier League (IPL).

“Setelah melihat gelagat yang kurang baik dari manajemen SFC,saya akhirnya memutuskan melaporkan masalah ini kepada Bidang Kompetisi PT LPIS,Rabu (30/11).Dari mereka, saya mendapatkan instruksi jika sampai Rabu (30/11) malam tidak ada technical meeting antara kedua tim, artinya tidak ada pertandingan dan kami diperbolehkan pulang,”ungkapnya. Penantian Persibo ternyata hampa, karena technical meeting tak juga dilangsungkan.Kejadian itu membuat Nur mengambil inisiatif tak datang ke Stadion GSJ.Padahal,sebelum mendapat instruksi dari PT LPIS,pihaknya ingin ke stadion dan menunggu selama 15 menit sesuai aturan berlaku.Sebab, berdasarkan Manual Liga,SFC bisa dianggap WO jika tak datang dalam tempo yang ditentukan.

Menurut Nur,kondisi itu jelas membuat mental bertanding para pemainnya drop. Tapi,sebagai manajer,Nur bertanggung jawab dengan situasi ini.Dia pun mencoba memberikan pengertian kepada para pemain Persibo mengenai bagaimana kondisi sebenarnya. “Kalau dikatakan rugi,ya pastinya kami rugi Mas.Karena,secara materi kami sudah mengeluarkan banyak biaya untuk datang ke Palembang.Mulai dari akomodasi keberangkatan hingga penginapan.Begitu pula dari segi moril, kami merasa sangat kecewa dengan kejadian ini,”sebutnya.

Sebagai obat penghilang rasa kecewa para pemainnya,Nur memutuskan menggelar pertandingan uji coba dengan PS Pusri di Lapangan PT Pusri.Meski berbeda kelas dengan tim lawan,Nur menilai hal ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kembali mental pemainnya. “Saya kasihan Mas melihat para pemain.Mereka sudah latihan capekcapek dan datang jauh-jauh ke sini (Palembang), tapi ternyata tidak jadi bertanding. Jadi, sebagai penghibur mereka, saya memutuskan melakukan pertandingan persahabatan dengan PS Pusri dengan waktu normal 2×45 menit,” ujarnya.

Di saat Persibo merasa diabaikan, kemarin pagi SFC justru meninggalkan Bumi Sriwijaya untuk terbang ke Purwakarta,Jawa Barat.Rencananya,tim berjuluk Laskar Wong Kitoitu akan melakukan pertandingan perdana menghadapi Pelita Jaya di Stadion Singa Perbangsa,akhir pekan ini.“Kami sudah berangkat dari Palembang pukul 11.00 WIB (kemarin) dan sekarang berada di Hotel Grand Cikarang,”tutur Pelatih SFC Kas Hartadi. Menyikapi ancaman yang akan diterima SFC karena tidak menggelar pertandingan kontra Persibo, Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin meminta kepada PSSI dan Komisi Disiplin (Komdis) tidak buru-buru menjatuhkan sanksi kepada klub yang menolak ikut Kompetisi IPL.

Dia meminta PSSI lebih berhati-hati dalam memberikan sanksi,karena apa pun kompetisi yang dipilih klub, baik ISL maupun IPL adalah hak klub.Dia berharap PSSI tidak memberikan keputusan kontroversial karena nantinya dikhawatirkan akan merugikan PSSI sendiri.“Tujuan kami adalah memajukan sepak bola nasional.Jadi masalah soal ISL ataupun IPL, kami pikir bukan sebuah masalah besar,” tandasnya.(koransindo)