Persibo Tak Terlalu Berharap Hasil Protes

Persibo Bojonegoro tidak ingin menggantungkan harapan dari protes yang mereka ajukan bersama Mojokerto Potra terkait keabsahan Rufus, pemain asing Persid Jember.

“Bagi kami, itu hanya angin surga,” kata Ketua Umum Persibo Letkol (Inf) Kup Yanto Setyono.

Menurut dia, tim kebanggaan Kota Ledre ini tidak akan menggantungkan harapan besar pada protes tersebut. Kup Yanto mengakui telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada BLI yang dilampiri surat keluar Rufus dari Mojokerto Putra. “Dan kami menganggap pemain tersebut tidak sah saat dimainkan Persid melawan Persibo, sehingga kami kalah 1-0,” imbuhnya.

Kalaupun protes itu dikabulkan, Kup Yanto menyatakan akan sangat bersyukur. Sebab, kemenangan Persid bisa dibatalkan dan diberikan kepada Persibo. Jika itu terjadi, maka posisi Persibo di puncak klasemen akan semakin mantap. Selain itu, peluang tim berkostum kebesaran oranye ini untuk lolos ke divisi utama semakin besar.

“Sebab hukumannya jelas. Jika menggunakan pemain tidak sah, hukumannya dikalahkan 3-0,” ujarnya.

Meski demikian, Kup Yanto mengaku pihaknya pasrah dengan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI). Dia berharap para pemain Persibo tidak terpengaruh dengan masalah tersebut. Sebab, jika mereka menunggu durian runtuh, semangat bertanding tim polesan Gusnul Yakin ini akan mengendor.

Seperti diberitakan, Mojokerto Putra mengajukan protes kepada BLI terkait status Rufus, pemain asing Persid. Rufus dinilai hanya mempunyai surat keluar dari Mojokerto Putra tanpa memiliki surat izin transfer. Padahal, sesuai ketentuan BLI, pemain asing yang pernah memperkuat sebuah klub di putaran pertama, harus mendapatkan surat transfer dari klub yang bersangkutan apabila di putaran kedua memperkuat klub lain. Selain Mojokerto Putra, Persibo juga mengirimkan surat pemberitahuan kepada BLI terkait status Rufus saat diturunkan di Jember.
(sumber: Radar Bojonegoro / Web Pemkab Bojonegoro)