Persibo Targetkan Berada di Level Satu

Persibo tak main-main dalam menyiapkan diri sebagai klub profesional pada kompetisi mendatang. Tekad untuk tetap di jalur profesional diikuti klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro itu dengan pemenuhan syarat-syarat yang ditetapkan AFC dan PSSI.

Tim berjuluk Laskar Angling Dharmo ini termasuk satu dari 70 klub yang telah mengajukan diri untuk mengikuti kompetisi profesional yang digagas PSSI.

“Dari lima aspek yang ditetapkan AFC, kami sudah siap semuanya,” ujar Taufik Risnendar, Ketua Umum Persibo. Kelima aspek yang ditetapkan AFC agar memenuhi syarat sebagai klub profesional adalah aspek legal, finansial, infrastruktur, personel, dan sporting.

Kelima kriteria itu sebenarnya telah disampaikan AFC sejak tiga tahun lalu meski belum mendapat respon serius. Dan, baru pada kepengurusan baru PSSI yang dipimpin duet Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman ini kelima aspek itu akan diterapkan.

Taufik Risnendar, yang juga menjabat Dandim Bojonegoro itu, mengungkapkan pihaknya sangat optimistis Persibo bisa masuk dalam jajaran tim elite yang nantinya bertarung di level satu. Pasalanya, dari lima aspek yang disyaratkan AFC, semuanya sudah mereka lengkapi. Malah soal infrastruktur, seperti tempat latihan, Persibo mempunyai dua tempat yang representatif. Satu berada di sebuah sekolah terpadu di kawasan kota, satu lagi berada di perbatasan kota dengan Kecamatan Kalitidu, arah ke Cepu.

“Kalaupun kurang, hanya mungkin faktor teknis lapangan saja yang kurang disiram atau rumputnya yang kurang. Tapi, itu bisa kita benahi segera,” ujarnya. Disinggung soal deposito partisipasi Rp 5 miliar untuk klub yang berlaga di level satu, Taufik mengatakan tak masalah. Demikian pula dengan budgeting cap Rp 15 miliar, Persibo sanggup memenuhinya.

Soal pemain, untuk saat ini pelatih Sartono Anwar akan menyeleksi beberapa pemain baru setelah delapan pemain tidak dipakai lagi. Menurut Taufik Risnendar, dengan adanya aturan baru nilai kontrak pemain, Persibo juga akan mematuhinya. “Nanti kita sesuaikan semuanya sesuai dengan aturan yang ditetapkan PSSI,” ujar Taufik.

Rencananya, PSSI juga akan menerapkan nilai kontrak maksimal seorang pemain. Untuk level satu maksimal Rp 500 juta, dan level dua Rp 350 juta, dengan durasi kontrak minimal tiga tahun. Setiap klub yang ingin ikut kompetisi 2011/2012, harus menyerahkan dokumen kesiapan ke PSSI selambat-lambatnya 22 Agustus mendatang. Setelah melalui proses verifikasi, PSSI akan mengumumkan klub apa saja yang lolos pada 25 Agustus 2011.

Pada 3 September 2011, PSSI akan menyerahkan dokumen yang ada kepada AFC, sehingga kompetisi pun diharapkan bergulir pada 8 Oktober 2011. AFC sendiri memberi tenggat hingga 14 Oktober 2011. (Rizki Daniarto/ligaprimer.co.id)