Persibo Tetap Kurang Striker

Minimnya stok penyerang di barisan depan Persibo Bojonegoro menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Sartono Anwar.

Bahkan, menejemen jauh-jauh hari juga telah sibuk melakukan serangkaian pemantauan untuk bisa menambah striker, khususnya dari asing.

Sejauh ini baru ada tambahan satu striker asing, yakni Mohsin Jabbarinazinabad, asal Iran. Pemain berusia 23 tahun tersebut didatangkan untuk bisa menggantikan striker Mohammad Albicho yang cidera cukup parah.

“Walaupun sudah ada bukti pemain depan bisa memberikan konstribusi yang cukup signifikan, tetapi kami ingin bertambah greget lagi,” kata Ketua Umum Persibo Bojonegoro, Letkol Inf Taufiq Risnendar, kepada beritajatim.com, Senin (7/3/2011).

Dikatakan, jika kemenangan saat dijamu Cendrawasih Papua beberapa waktu sangat disukuri. Karena, 3 poin tersebut diperoleh melalui perjuangan yang sangat berat di luar kandang.

“Semoga saja, Mohsin bisa segera diturunkan pada partai yang akan datang,” tegasnya.

Selain pemain dengan tinggi 180 sentimeter dan sebelumnya membela Poykan FC, Iran Premier League tersebut cukup bisa bekerjasama dengan pemain lainnya.

“Kami ingin memperoleh pemain yang bisa cepat beradaptasi dengan pemain lain di Laskar Angling Dharma,” jelasnya.

Dan sosok itu ada pada diri pemain yang akhir Fabruari lalu direkomendasikan oleh Sartono Anwar itu. “Namun, sejauh ini memang belum bisa dimainkan, tetapi tinggal menunggu waktu saja,” lanjutnya.

Seperti diketahui, jika sejauh ini hanya ada dua striker murni yang dimiliki oleh Persibo Bojonegoro. Yakni mantan duet penyerang Persela Lamongan yang juga membela Persibo saat berlaga di Indonesia Super League (ISL) awal kompetisi lau.

Yakni, striker asal Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Samsul Arif dan Dicky Firasat. Juga ada Bagus Cahyono yang terkadang bisa menopang keduanya.(dul/ted/beritajatim.com)