Persibo Tinggal Menata Kekuatan

Munculnya pernyataan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin soal klub yang memenuhi kriteria profesional, membuat Persibo Bojonegoro sangat lega. Pasalnya klub yang justru baru promosi ke level tertinggi pada musim lalu itu sejajar dengan klub berpengalaman.

Jika benar Persibo lolos tanpa kesulitan, maka kini tinggal bagaimana daya saing tim ramuan Sartono Anwar-Luciano Leandro. Sejauh ini kekuatan Laskar Angling Dharma memang belum menunjukkan perkembangan menjanjikan.

Sartono Anwar yang diserahi tugas menambah koleksi pemain lokal, hanya memperoleh striker miskin pengalaman Gerry Setya yang malah belum pernah mendapatkan tempat utama selama membela Arema FC. Pemain lain kualitasnya juga masih dikeluhkan Boromania, supporter Persibo.

Sedangkan di sisi lain Luciano yang pulang ke negaranya juga belum menunjukkan tanda-tanda kapan bakal membawa pulang pemain asal Brasil. Padahal kompetisi hanya menyisakan waktu kurang dari dua bulan lagi.

“Nanti setelah ada keputusan resmi bahwa Persibo lolos, kita akan tancap gas dalam persiapan tim. Persibo harus mampu bersaing di kompetisi yang kita harapkan jauh lebih berkualitas,” tutur Ketua Umum Persibo Bojonegoro Taufik Risnendar.

Taufik tak menampik timnya belum membuat sebuah pergerakan berarti walaupun kompetisi bakal dihelat 8 Oktober mendatang. Itu karena tim oranye juga masih menunggu kepastian hasil verifikasi PSSI yang hasilnya dijadwalkan keluar akhir Agustus.

Persibo sendiri tak keberatan dengan semua persyaratan alias kriteria menjadi klub profesional. Dari sisi legal, finansial, infrastruktur, personel dan sporting, semua sudah dpenuhi tim kebangaan Kota Ledre yang hanya mencicipi beberapa pertandingan d ISL musim lalu, sebelum loncat ke LPI.

Bahkan Persibo menyatakan siap jika sewaktu-waktu diminta ada perbaikan, misalnya aspek infrastruktur. “Persibo adalah klub yang baru promosi sehingga sulit untuk dibandingkan dengan Persebaya atau Arema dari sisi infrastruktur,” aku Dandim 0813 ini.

Untuk itu Persibo siap membenahi infrastruktur yang ada jika masih dianggap belum memenuhi persyaratan. Yang jelas, kelengkapan Stadion Letjen H Soedirman musim lalu pernah diverifikasi Badan Liga Indonesia (BLI) dan dinyatakan layak untuk ISL.

Musim kemarin Persibo harus melakukan renovasi besar di stadion berkapasitas sekitar 15.000 penonton itu. Selain pemasagan lampu penerangan, juga perbaikan permukaan lapangan sekaligus penambahan beberapa ruangan seperti ruang wasit dan media. (Kukuh Setiawan/Koran SI/acf)