Persibo vs Perseman : Spirit Enam Besar

Liga Indonesia Divisi utama 2008/2009Nanti sore Persibo Bojonegoro akan menjamu tamunya Perseman Manokwari di Stadion Letjen H. Soedirman dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Bagi kedua tim, pertemuan ini adalah yang kedua kalinya.

Pertemuan pertama adalah dalam first leg kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Saat itu, Persibo masih ditangani Pelatih Gusnul Yakin. Laga pertama ini berakhir imbang 1-1.

Dalam pertemuan kedua ini, Perseman tampil dengan formasi baru. Sejumlah pemain baru mengisi skuad Perseman. Antara lain mantan pemain Persebaya Rahel Tuasalamony dan Ronald Pangkali, eks pemain Persibo. Karena itu, tim tamu tetap pede. “Target kami adalah menang untuk mengamankan posisi di enam besar,” ungkap Pelatih Perseman Safrudin Fabanyo kemarin (5/5).

Sebab, lanjut dia, dengan tetap di posisi enam besar, sangat mungkin peluang lolos ke babak selanjutnya tetap terbuka. Apalagi, ada kabar perubahan format empat besar menjadi 12 besar. Jika sampai kalah, peluang bertahan di posisi enam besar akan sulit. Sebab, Persibo yang berada di posisi ketujuh akan merebut posisi enam besar. “Karena itu kami akan bermain fight,” tegasnya

Saat ini Persibo berada di peringkat tujuh dengan 35 poin, hasil dari 24 kali main, 10 kali menang, lima kali seri, dan sembilan kali kalah. Sementara Perseman, satu peringkat di atas Persibo dengan nilai 39 poin, hasil dari 24 kali main, 12 kali menang, tiga kali seri, dan sembilan kali kalah. Padahal, babak penyisihan kompetisi Divisi Utama menyisakan dua pertandingan bagi kedua tim.

Di pihak lain, Persibo juga tidak ingin kehilangan momentum. Pelatih Persibo Sartono Anwar menegaskan, timnya juga menginginkan masuk enam besar. Karena itu, dalam pertandingan nanti sore Persibo harus menang. “Dan kami optimistis bisa,” ujarnya.

Bahkan, absennya Morrys diyakini tidak akan membawa masalah bagi Persibo. Sebab, posisi tersebut sudah akan diisi dengan Joseph Amoah dan Stephen Keltjes. “Apalagi semua pemain dalam kondisi fit dan siap diturunkan,” tegasnya.

Sartono mengakui, tim dari tanah Papua itu dikenal dengan ketahanan fisik dan kecepatannya. Karena itu, dia meminta anak asuhnya bermain efisien. “Tapi intinya harus menyerang agar bisa menang,” imbuhnya. (rb/ade)