Pertarungan Rahmad versus Sartono

Copa IndonesiaTak ada duel head to head antara Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan dengan pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar. Sebagai pelatih, keduanya belum pernah bertemu dalam mengantarkan timnya di lapangan.

Meski demikian, duel leg pertama babak 8 besar Copa Indonesia IV di Gelora Sriwijaya Jakabaring Kamis nanti (28/5) sarat gengsi. Sebab, keduanya pernah menjadi guru dan murid.

Sartono adalah sang guru, sedangkan Rahmad muridnya. Kebersamaan dua pelatih beda generasi itu hanya terjadi tiga musim, pada 1997-1999, saat keduanya masih di timnas Indonesia. “Beliau (Sartono Anwar, Red) adalah pelatihnya saat saya membela timnas di Merdeka Games dan King’s Cup Thailand. Itu kebersamaan tak terlupakan,” terang Rahmad Darmawan kemarin (25/5).

Menurut pelatih 42 tahun itu, Sartono adalah pelatih sarat pengalaman. Terbukti, 15 klub pernah ditukangi oleh pelatih kelahiran Semarang, 30 September 1947 tersebut. Di antaranya, PSIS Semarang yang menjuarai Divisi Utama 1987, Diklat Salatiga, Assyabaab Salim Group Galatama, Petrokimia Putra, hingga Arseto Solo.

Kendati demikian, ayah kandung Nova Arianto (defender Persib Bandung) itu tidak pernah menjadi pemain timnas. Tapi, dia pernah bermain di dua klub tangguh, PSIS Semarang dan Persib Bandung. “Meski bukan pemain timnas, bukan berarti tidak bisa sukses sebagai pelatih timnas. Jujur, beliau termasuk yang paling sukses,” pungkas Rahmad. (jpnn/ko)