Polisi Tak Izinkan Gelar Pertandingan

Copa IndonesiaDuel perempat final leg kedua Copa Dji Sam Soe Indonesia antara Persibo Bojonegoro dan Sriwijaya FC terancam gagal. Pihak kepolisian Bojonegoro menolak memberikan izin untuk laga di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro pada 16 Juni 2009 sehubungan dengan pelaksanaan pemilihan umum presiden RI.

“Polres Bojonegoro tidak memberikan izin pertandingan dengan alasan keamanan selama kampanye pilpres,” kata Panitia Pelaksana Persibo, Hendy K, Rabu (10/6).

Hendy mengakui bahwa pihaknya telah bernegosiasi dengan kepolisian setempat dan mengungkapkan bahwa kondisi Bojonegoro cukup kondusif untuk duel sepak bola. Namun, polisi tetap pada pendiriannya.

“Kita meminta pertandingan tanpa penonton, tetap tidak diizinkan,” katanya seperti dikutip oleh Antara.

Hendy menuturkan, larangan tersebut tidak hanya berlaku di Bojonegoro, tapi juga di seluruh Jawa Timur. Karena itu, upaya Persibo memindah lokasi pertandingan ke Sidoarjo pun ditolak.

Setelah berkonsultasi dengan Badan Liga Indonesia (BLI), Hendy menyatakan bahwa pihaknya diminta mencari lokasi stadion di Jawa Tengah. Akan tetapi, kendala yang sama kembali terjadi. Polda Jawa Tengah melarang adanya gelaran sepak bola di stadion di Rembang, Kudus dan Solo.

“Dengan sulitnya mencari lokasi pertandingan, sekarang kami meminta saran BLI, bagaimana baiknya,” tambah Hendy.

Dihubungi terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Agus Saripul Hidayat menyatakan, tidak dikeluarkannya izin pertandingan antara Persibo dan SFC tersebut karena adanya instruksi Polda Jawa Timur. Selama masa kampanye, katanya, tidak diperkenankan ada pertandingan sepak bola di wilayah tersebut. “Kalau waktunya, ya selama kampanye pilpres 11 Juni hingga 4 Juli,” katanya.

Kesempatan Persibo lolos ke semifinal sangat kecil. Pada duel pertama pada akhir Mei lalu, Sriwijaya FC menang 5-0 atas tim Divisi Utama tersebut. (ANT/kmp)