PPSM vs Persibo : Misi Jaga Gengsi dan Ukir Sejarah

Copa IndonesiaPersibo Bojonegoro sore ini kembali bertemu dengan PPSM Sakti Magelang. Jika leg pertama babak 24 besar Copa Indonesia digelar di Stadion Wilis Madiun, maka pada putaran kedua ini pertandingan dihelat Stadion Abu Bakrin Magelang, kandang PPSM.

Dua misi penting diemban Persibo dalam laga nanti sore. Misi pertama, tim jawara divisi I musim lalu itu ingin menjaga gengsi sebagai klub yang berlabel divisi utama saat ini. Secara kualitas tim, Iswandi Da’i dkk jelas bukan lawan selevel bagi PPSM yang baru musim depan berlaga di divisi utama.

“Kemenangan akan menjaga gengsi Persibo sebagai tim divisi utama,” tegas Sartono Anwar pelatih Persibo.

Misi kedua, tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu ingin mengukir sejarah. Apabila lolos ke 16 besar, itu merupakan raihan tertinggi bagi tim pujaan Boromania tersebut selama keikutsertaan di ajang Copa Indonesia. Sebelumnya, prestasi tertinggi Persibo di ajang Copa adalah lolos ke babak 32 besar tahun lalu seusai menekuk Persik Kediri.

Melihat kemenangan Persibo dengan enam gol tanpa balas di leg pertama, rasanya hanya keajaiban yang bisa menggagalkan misi tim kebanggaan warga Bojonegoro untuk melaju ke 16 besar.

Pelatih Persibo Sartono Anwar mengisyaratkan bakal menurunkan komposisi pemain yang tak jauh berbeda dengan laga leg pertama lalu. “Intinya semua sesuai kebutuhan,” katanya.

Pelatih yang suka bertopi itu menyatakan setuju untuk berburu kemenangan di laga nanti sore. Namun, dia tetap mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kebangkitan lawan. Sebab, tim berjuluk Laskar Tidar itu akan bermain di kandang. “Ini beda, kita (Persibo) main di kandang lawan,” tuturnya.

Sartono mengaku setelah menang 6-0 di leg pertama, tugas anak asuhnya menjadi lebih ringan. Meski demikian, dirinya tak ingin melepaskan pertandingan nanti sore begitu saja. “Yaitu (tetap) menang dan menjaga gengsi sebagai tim divisi utama,” imbuhnya.

Sementara itu, kapten kesebelasan Persibo Iswandi Da’i juga tak ingin timnya kalah. “Saya belum berpikir sejarah, yang paling penting menang. Tapi kalau memang mengukir sejarah, tentu rasanya lain,” katanya kepada Radar Bojonegoro. (ade)
(Sumber : Radar Bojonegoro)