Presiden Boromania Sesalkan Kericuhan di Lamongan

Presiden Boromania, Basar menyesalkan terjadinya kericuhan antara suporter Bojonegoro dengan LA Mania (suporter Persela) di Lamongan, Kamis (20/5) malam.

“Pelakunya jelas suporter Persela yang tergabung di dalam LA Mania,” kata Basar menuduh, Jumat.

Basar mengaku, tidak tahu pasti penyebab terjadinya kericuhan antara suporter Persibo di Persela di Lamongan itu.

Dia menjelaskan, suporter Persibo yang tergabung dalam Boromania, sepulang dari menonton pertandingan antara Persibo melawan Persidafon Dafonsoro di Sidoarjo, dalam perjalanan rata-rata kepayahan dan tertidur.

Para suporter Bojonegoro yang naik 22 bus Dali Mas dan sejumlah kendaraan pribadi, di tengah perjalanan di Lamongan diserbu ratusan orang yang melempari dengan batu.

“Lemparan batu terjadi ketika mulai masuk kota Lamongan, setelah itu pelaku berlari bersembunyi,” ucap koordinator lapangan Boromania, Slamet dibenarkan koordinator lapangan lainnya, Sutrisno.

Sepanjang perjalanan, orang yang diperkirakan dari suporter Persela Lamongan tersebut, terus melempari batu kendaraan bus, hingga di Kecamatan Duduk, ratusan orang mencegat bus dan kendaraan bus hanya bisa berjalan melambat.

Di sepanjang perjalanan di wilayah Lamongan tersebut, suporter Persibo dengan kendaraan bus sudah dikawal petugas Polres Lamongan yang sesekali mengeluarkan tembakan untuk menghalau pelaku yang melempari bus.

Akibat kejadian itu, tujuh bus Dali Mas, bagian samping kacanya pecah dan sejumlah suporter Persibo menderita luka-luka akibat terkena pecahan kaca bus yang pecah.

Menurut pemilik bus Dali Mas, tujuh bus yang kacanya pecah terpaksa tidak jalan untuk mengambil penumpang.

“Ya jelas kami rugi, karena tujuh bus kami tidak jalan,” ujarnya.

Sementara itu, dilaporkan sedikitnya empat sepeda motor yang diperkirakan milik warga Babat, Lamongan, hancur, akibat dirusak suporter Persibo. Menurut Slamet, ketika bus rombongan suporter Persibo, akan lepas Babat, Lamongan, ada segerombolan orang melempari bus.

Melihat hal itu, beberapa bus berhenti dan para suporter Persibo keluar bus dan mengejar pelaku. Karena pelaku berlari mereka hanya menjumpai sejumlah sepeda motor yang langsung seketika itu dirusak.

“Selama di wilayah Lamongan, suporter Persibo semuanya ketakutan,” papar Slamet menjelaskan.(antara)