Ribuan Boromania Ngluruk Sidoarjo

Antusiasme Boromania, suporter Persibo Bojonegoro, dalam mendukung timnya patut diacungi jempol. Sekitar 5 ribu Boromania datang dan mengoranyekan sudut timur Gelora Delta, Sidoarjo kemarin malam. Kelompok suporter ini memang total dan militan dalam mendukung Persibo.

Rombongan suporter fanatik Persibo itu diangkut 38 bus. Rombongan diberangkatkan bupati Suyoto dari Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro sekitar pukul 13.00. “Saya berharap nama baik Bojonegoro dijaga dan terus mendukung Persibo,” kata bupati Suyoto melalui pengeras suara.

Orang nomor satu di Kota Ledre itu meminta para suporter tersebut harus menunjukkan sebagai suporter fanatik yang tidak urakan. Bupati juga menyempatkan untuk keliling ke beberapa bus yang mengangkut Boromania tersebut. Dia kemudian menyalami sebagian di antara mereka yang akan berangkat. “Persibo matoh, Bojonegoro matoh,” katanya sambil menunjukkan jempol kepada Boromania yang berada di dalam bus.

Presiden Boromania, Basar mengungkapkan, pihaknya menyediakan 30 bus. Selain itu, menurutnya, ada suporter yang menyewa bus sendiri dan membawa kendaraan pribadi. Namun, dia tidak bisa mendata Boromania yang menggunakan kendaraan pribadi karena jumlahnya cukup banyak. “Nggak apa-apa berdesak-desakan yang penting bisa sampai Sidoarjo dan mendukung penuh Persibo,” Bambang, salah satu Boromania.

“Ini termasuk yang terbesar dalam rangkaian tur kami,” kata Ketua Divisi Tur Boromania, Ebied.

Bahkan, jumlah tersebut bisa lebih besar lagi saat Persibo bermain melawan Deltras pada Minggu mendatang (23/5). “Apalagi itu hari libur. Bukan tidak mungkin kami datang dengan 5.000 Boromania,” papar Ebied.

Menurut dia, saat ini, Boromania beranggota 7.000 orang. Mereka memiliki KTA (kartu tanda anggota) dan tersebar di 27 korwil se-Bojonegoro. “Bulan depan anggota kami bertambah 300-400 orang lagi,” ungkap pria berusia 38 tahun itu.

Nah, untuk tur Sidoarjo ini, tiap anggota Boromania diwajibkan membayar iuran Rp 25.000 setiap partai. “Itu termasuk tiket dan makan siang,” ucap Ebied.

Jumlah uang tersebut sebenarnya masih kurang ntuk mendanai tur Sidoarjo tersebut. Namun, berkat bantuan pemerintah kabupaten yang bersedia menyubsidi harga tiket, mereka bisa berangkat ke Kota Udang.(jpnn)