Rp 30 Juta Seminggu, Biaya Tambahan Yang Dikeluarkan

Pindahnya home base Persibo Bojonegoro ke Madiun untuk sementara waktu membawa dampak bagi pencintanya dan pihak manajemen tim. Di antaranya, akibat pindah markas itu manajemen harus merogoh kocek lebih dalam lagi. “Selama di Madiun setiap mingunya kita harus membayar lebih banyak, yaitu Rp 30 juta,” kata Abdul Mun’im, bendahara Persibo.

Uang itu menurut dia harus dibayar selama Persibo berada di Madiun. Sedangkan sampai kapan tim bermarkas di Kota Brem itu hingga kemarin belum diketahui.

Mun’im menuturkan, uang 30 juta per minggu tersebut untuk biaya makan yang mencapai 30 ribu perorang per hari. Juga, sewa asrama Rp 80 ribu perorang per hari.

Namun, belum termasuk sewa lapangan di Stadion Wilis Rp 700 ribu sekali pakai. “Padahal, kita mengunakan (Stadion) dua kali sehari,” tuturnya.

Sedangkan untuk setiap kali pertandingan biaya yang harus dikeluarkan Persibo ke kas Pemkab Madiun sampai Rp 2 juta. “Ini memang resiko yang harus ditangung,” katanya.

Pria berkacamata itu juga menjelaskan bahwa panpel Persibo sendiri terancam kehilangan pendapatan Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per pertandingan. Namun, menurut dia hal ini belum terbukti karena belum terlaksana. “Ya, ya liat penontonnya banyak atau tidak,” katanya.

Semua itu, tambah dia, tentu juga akan berdampak pada keuangan Persibo. Sebab, pengeluaran itu tidak pernah dianggarkan karena manajemen menganggap saat dibutuhkan stadion Letjen H Soedirman sudah selesai diperbaiki. “Tapi kalau sudah konskuensi, mau bagaimana lagi,” tambahnya.

Yang jelas, lanjut dia, untuk urusan panpel saat ini masih dibicarakan antara manajemen Persibo dan pengcab PSSI Madiun. Rencananya, pihak Persibo meminta agar petugas portir dan penjualan tiket tetap orang Bojonegoro. “Lainnya dari orang Madiun sendiri,” katanya.

Kerugian itu menurut dia belum termasuk karena multiplier effect-nya. Dia mengatakan, banyak penjual makanan ringan di stadion dan tukang parkir kehilangan pendapatan untuk sementara waktu. “Karena itu kita berharap stadion (Letjen H Soedirman, Red) segera diperbaiki,” katanya.
(Sumber : Radar Bojonegoro / Website Pemkab Bojonegoro)

One Response to “Rp 30 Juta Seminggu, Biaya Tambahan Yang Dikeluarkan”

  1. dons
    July 1, 2008 at 3:24 pm #

    itulah bung kalau lambat berpikir dan lambat bergerak. bangsa ini terlalu santai untuk berpikir jauh kedepan tak terkecuali orang orang pemkab bojonegoro. Sekarang pada sibuk pilkada pilgub dan persiapan pilpres dsb , tapi kebutuhan masyarakat bojonegoro sekedar untuk mencari pengalihan kepenatan hidup akibat tingginya beban hidup dengan mencari pelarian ke Persibo aja tak di-indahkan sama sekali. Mereka hanya sekedar mencari hiburan di kota sendiri .. rasanya kok susah banget ya.
    Angka angka diatas kalau sekedar dikonversi jadi lampu stadion saya kira sangatlah cukup , sekarang jadi terbuang percuma bukan ???!!!

    [Reply]

Leave a Reply