Samsul Jadi Marquee Player Persibo

Tidak seperti Persebaya yang terus menggelontor pemain dengan status bintang atau marquee player, tetapi Persibo lebih memilih mempertahankan skuad yang lama. Dari total pemain yang dimiliki, hampir 85 persen lebih pemain yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) yang kompetisinya masih berjalan.

Kebanyakan para pemain Laskar Angling Dharma mengikuti jejak pelatih Sartono Anwar yang lebih dahulu mendeklarasikan ke Liga Primer Indonesia (LPI). Data yang dihimpun beritajatim.com, Sabtu (8/1/2011) menyebutkan, jika konsorsium LPI yang memegang kendali PT Pengelola Persibo Indonesia (PPI) cukup yakin dengan kemampuan anak asuh Sartono.

Sehingga, keberadaan para pemain lama diikat dan dikontrak sesuai dengan harga yang disodorkan oleh pelatih. “Kami hanya mengikuti keputusan pelatih saja, sebab nantinya itu yang harus dipertanggungjawabkan,” kata CEO PT PPI, Ferry Kodrat.

Dijelaskan, jika keputusan pengambilan pemain, kontrak sampai besaran gaji, pelatih yang mengetahuinya. Dan PT PPI hanya menyediakan dananya saja.

“Sehingga, jika ada yang tidak benar dari tim dan permainan tidak sesuai yang diharapkan, pengelola dan manajemen tinggal menagih pertanggungjawaban pelatih,” tegasnya.

Sampai saat ini, ada dua marquee player sebenarnya di tubuh Persibo Bojonegoro, diantaranya adalah Samsul Arif yang sebelumnya enggan bergabung. “Namun, karena bagusnya tawaran kami, sehingga pemain bintang tersebut bersedia bergabung,” tambahnya.

Menurut Ferry, Samsul adalah pemain bintang di Indonesia. Sebab, banyak klub papan atas yang memburu tanda tangannya dan Persibo sangat tersanjung memiliki pemain berkelas seperti itu. “Jadi, ia termasuk marquee player yang disediakan oleh PT PPI dari konsorsium LPI,” sambungnya.

Tidak hanya itu saja, kedatangan De Andrade Medeiros Wallacer dari Botafogo benar-benar membuat lapangan tengah Laskar Angling Dharma cukup kompetitif.(dul/but/beritajatim.com)