Sartono: Bekal Bagus Jamu PSS Sleman

Kemenangan telak yang diraih Persibo Bojonegoro 5-0 atas tamunya PSIM Jogjakarta disambut sukacita oleh seluruh manajemen.

Sebab, kemenangan tersebut diraih setelah dua kali hasil buruk diluar kandang yang diraih oleh Laskar Angling Dharma. Sehingga, seluruh tim kembali optimis bisa berbicara banyak di kancah Devisi Utama Liga Indonesia.

Pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar, kepada beritajatim.com, Jumat (11/12/2009) setelah pertandingan berlangsung bersyukur dengan kemenangan tersebut.
“Ini modal berharga untuk menjamu PSS Sleman pada Senin mendatang,” terangnya.

Menurut Sartono, para pemain sudah mulai padu antara satu dengan yang lain, khususnya aliran serangan dari tengah. “Walaupun bisa dilihat, penyerangan masih bertumpu pada Abel Cello. Tetapi, para pemain telah mengerti skema yang kami inginkan,” tegas Sartono.

Dijelaskan, setelah ini pihaknya akan terus melakukan perbaikan, khususnya komunikasi antar pemain. Banyak terlihat, pemain tertumpu pada satu titik dan itu tidak boleh diulangi lagi pada laga selanjutnya.

“Yang jelas, penyelesaian anak-anak juga akan kami asah lagi. Sebenarnya Persibo Bojonegoro bisa menang lebih dari 5 gol,” tambahnya.

Terpisah pelatih PSIM Jogjakarta, Jefri J mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit H Puji Suprayitno asal Jakarta Selatan. Sebab, karena gol pertama yang dianggapnya offside, mental anak-anak PSIM sudah hancur.

“Setelah gol pertama, permainan tim kami sudah carut marut dan dibuat bulan-bulanan oleh para pemain Persibo,” katanya.

Ia menuding, PSIM selalu dikerjai, mulai saat mengelar laga kandang maupun tandang. Sehingga, ia dan para pemain tidak bis berbuat banyak. “Kalau gol pertama tadi dianulir, pasti jadinya tidak seperti ini,” lanjut Jefri.

Ditanya mengenai permainan anak asuh Sartono Anwar, Jefri memuji kekompakan tim dan keuletan saat bermain. Sebab, beberapa kali serangan yang dirancang anak asuhnya mental ditengah jalan.(dul/ted/bjc)