Sartono Dikenai Sanksi, Persibo Kecewa

Hukuman percobaan satu tahun dan denda Rp 50 juta kepada pelatih kepala Sartono Anwar dalam kompetisi Indonesia Super League membuat kubu Persibo kecewa.

Putusan Komdis PSSI tersebut diterima menejemen Persibo Bojonegoro, Rabu (24/11/2010) dan mulai diberlakukan. Namun, karena sifatnya percobaan, maka menejemen tidak perlu mengkhawatirkannya.

Walaupun begitu, menejemen tetap akan melakukan evaluasi mengenai putusan Komdis PSSI itu. Sehingga, menejemen ingin berkonsolidasi dengan semua elemen.

Seperti diketahui, putusan tersebut muncul setelah pelatih Sartono Anwar dinilai bertingkah laku buruk dengan menghina wasit pada pertandingan Persema Malang menjamu Persibo Bojonegoro.

Saat itu, Persibo terkena penalti pada menit-penit perpanjangan waktu. Karena gerah dengan ulah wasit yang dianggap berat sebelah, Sartono membongkar dugaan penyuapan sebelum pertandingan dimulai.

Kepada media massa, Sartono menerangkan, jika sebelum pertandingan dimulai, ada seseorang yang menghubungi manajemen Persibo, tepatnya kepada Asisten Manager Bidang Teknis Imam Sardjono.

Intinya, orang yang mengaku suruhan wasit itu meminta uang Rp 10 juta kepada manajemen Persibo agar bisa membantu memenangkannya dalam pertandingan.

Namun, permintaan tersebut diabaikan oleh manajemen dan seluruh official tim Persibo. Manajer Persibo, Letkol Inf Taufiq Risnendar menjelaskan, jika putusan tersebut tidak perlu dijalani, karena memang sifatnya hanya percobaan.

“Walaupun begitu, ia menilai putusan itu tidak objektif dan ia tidak akan mempersoalkannya,” terang Taufiq.

Bahkan, dirinya meminta PSSI jeli dalam saat menangani masalah di lapangan. Dan jangan sampai menganggap persoalannya menjadi subjektif.

Menurutnya, apa yang dilakukan pelatih cukup wajar, karena pada pertandingan sebelumnya tim Persibo sering mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan dari pengadil pertadingan.

“Makanya Sartono Anwar mengecam wasit pada saat itu,” sambungnya.(dul/ted/beritajatim.com)