Sartono Kecewa Permainan Anak Asuhnya

Bertanding di kandang sendiri kelihatannya menjadi beban tersendiri bagi Victor Da Silva dkk. Akibatnya, permainan menjadi tidak berkembang dan hal itu membuat pelatih Sartono Anwar kecewa berat dan hanya bisa menggelengkan kepala.

Kepada beritajatim.com, Kamis (11/11/2010) menyebutkan, jika pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi permainan anak asuhnya adalah yang terjelek sejauh ini.

“Bisa dibilang, sejak berlaga di Indonesia Super Legaue (ISL), permainan kali ini adalah yang terjelek,” katanya dengan mengehela nafas dalam-dalam.

Pihaknya juga mengakui, kalau instruksi di lapangan tidak berjalan. Sehingga, banyak ditemukan kesalahan komunikasi dan puncaknya pada menit 72 babak kedua, saat Dani M Namangge, berhasil membobol gawang Laskar Angling Dharma yang dikawal Wahyudi.

“Bagaimana lagi, toh sudah terjadi dan memang tidak selalu tuan rumah itu wajib menang,” terangnya.

Sartono menjelaskan, tuntutan warga Bojonegoro untuk menang, membuat para pemain seakan terbebani. Tetapi, sebenarnya itu tidak masalah, karena memang di dalam lapangan kondisinya sempat berbeda.

“Pemain sempat bisa mendominasi pertandingan sejak awal babak pertama, tetapi karena konsentrasi sempat buyar, sehingga bisa kecolongan gol,” lanjutnya.

Ditanya mengenai keterlambatan pergantian pemain ? Sartono menegaskan, dirinya mengakui semua itu. Tetapi, pada awal babak kedua, ia sempat kebingungan untuk mengganti pemain.
Sebab, ada beberapa pemain sudah waktunya ditarik keluar. Semisal Nur Hidayat, Kim Kang Hyun, M Irfan dan juga Victor Da Silva.

“Akhirnya, kami menarik Victor dan memasukkan Iswandi Da’i dan juga Kang Hyun untuk digantikan Cucu Hidayat,” tambahnya.

Sebenarnya, dengan pergantian tersebut Persibo sempat mengurung pertahanan Bontang FC yang dikomandoi olehj Nyeck Nyobe dan Hamdi Hamzah. “Tetapi bagaimana lagi, kita sukuri saja satu poin tersebut,” sambungnya.(dul/ted/beritajatim.com)