Sartono Protes Keras Wasit

Tak terima dengan ulah wasit yang memberikan hukuman pinalti kepada tim yang diasuhnya, pelatih Persibo Bonjonegoro Sartono Anwar dengan lantang di hadapan puluhan wartawan, menyatakan wasit PKI.

Hal tersebut disampaikan dengan keras dan wajah emosi, saat gelar jumpa pers di ruang Pers Room, usai pertandingan Persema vs Persibo Bojonegoro dalam laga ISL 2010-2011, di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (09/10/2010) malam.

”Silahkan wartawan dengarkan baik-baik. Saya sangat kecewa dengan keputusan wasit dalam pertandingan ini. Karena, seharusnya waktunya sudah habis. Jadi, tak ada keputusan pilnalti,” katanya dengan nada emosi.

Kata Sartono, seharusnya menit ke-93, pertandingan sudah dihentikan. “Karena waktunya sudah habis. Namun, wasit masih melanjutkan pertandingan walaupun saya dan anak asuh saya sudah protes. Pinalti itu sudah masuk menit ke-94. PKI wasitnya,” katanya.

Lebih lanjut, Sartono menegaskan, dirinya sangat kecewa dengan sikap pemain asing yang memukuli pemain lokal. ”Timo selaku pelatih asing, saya ingatkan. Sangat sangat kecewa ada pemain asing memukuli pemain lokal. Saya meresa dilecehkan sebagai bangsa Indonesia yang besar ini,” ujarnya lantang.

”Sekali lagi, wasitnya PKI. Silahkan ditulis dengan besar. Saya tidak takut dengan siapapun. Saya tidak takut PSSI,” katanya sembari meninggalkan ruang pres room, tanpa pamit. Bahkan, Sartono terus mengoceh kekecewaannya terhadap keputusan yang diambil wasit itu.

Dari pantauan beritajatim com di lapangan pertandingan, usai pertandingan, hampir semua pihak Persibo sudah terlihat emosi dan protes terhadap hakim haris dan wasit Iis Permana asal Bandung itu. Namun, pihak panpel Persema berusaha meredamkan emosi sartono dan membawanya masuk ke ruang pres room.(ain/but/beritajatim.com)