Sartono: Wasit Coba Suap Manajer Teknik Persibo

Usai pertandingan antara Persema Malang melawan Persibo Bojonegoro, Sabtu (09/10/2010) malam, di Stadion Gajayana Kota Malang, terlihat suasana sedikit heboh dan menegangkan. Mengapa tidak, lagi-lagi bernada lantang, di depan puluhan wartawan, saat konferensi pers, pelatih Persibo mengungkapkan bahwa ada wasit yang menawarkan uang senilai Rp 10 juta kepada Asisten Manajer Bidang Teknik Persibo, Imam Sarjono.

“(Hasil) pertandingan ini (terjadi) karena wasit kecewa pada kami, yang mana sebelumnya meminta uang sebesar 10 juta, agar kami bisa menang. Tapi kami tolak, karena itu merusak citra sepakbola di tanah air,” ungkap Sartono usai pertandingan.

Mantan pelatih PSIS Semarang ini mengaku, bukan dirinya yang secara langsung dimintai uang ‘pelicin’ oleh wasit. Pemimpin pertandingan mengajukan permintaan tersebut pada pihak managemen klub.

“Silakan tanya managemen saya jika tidak percaya. Saya berani ngomong gini. Biar tahu semua rakyat Indonesia, bahwa wasit-wasit di Indonesia buruk,” seru dia kemudian.

Pelatih tim kesayangan Boromania ini, menyatakan, pihaknya mengungkap upaya tawaran wasit kepada Sarjono itu tak gentar akan dipanggil PSSI. “Saya tidak takut dipanggil PSSI. Silakan PSSI panggil saya. Saya akan sampaikan kejadian itu,” akunya.

Ditanya kapan wasit tersebut menawarkan uang kepada Sarjono? Sartono enggan membeberkan hal tersebut. “Soal waktu kapan menawarkan uang Rp 10 juta itu, silakan ditanya langsung ke pak Sarjono. Nah, upaya demikian itu sudah tidak beres wasitnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Sartono mengatakan, pihaknya tidak mau tawaran wasit itu. “Saya tidak mau tawaran wasit itu, karena saya tetap komitmen akan bermain sportif. Dan kita harus terapkan sportifitas,” katanya.

Kembali ditanya wartawan, untuk apa uang yang ditawarkan wasit ke Sarjono itu? Kembali lagi, Sartono tak mau menjawabnya. “Kamu tahu sendiri untuk apa uang itu. Yang jelas, saya tidak terima keputusan pinalti itu,” terangnya tegas.

Diakhir konferensi pers, Sartono juga mengatakan, anak asuhnya sudah bermain baik dan bagus. Apa yang ia terapkan sudah dilakukan oleh anak didiknya di lapangan. Namun, lagi karena ulah wasit yang tidak adil, kemenangan menjadi milik Persema.

Sartono menambahkan, dari kasus yang menimpa Persibo itu, pihaknya tidak akan melaporkan ke PSSI. “Saya tidak akan melaporkan ke PSSI. Tetapi kalau PSSI mau memanggil saya, saya layani dan saya siapa membongkar semuanya. Saya tidak takut PSSI,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, sangat bangga dengan penampilan anak didiknya yang sudah maksimal di babak pertama. Namun, masih juga membuahkan gol. “Makanya harus terus berjuang untuk tampil bagus di ISL musim ini,” akunya.

Timo juga memuji kualitas permainan Persibo. “Saya akui permainan Persibo memang tampil bagus kali ini. Bahkan mampu membuat pemain Persema kewalahan di babak kedua,” katanya.

Tak hanya itu, Timo juga memuji perjuangan pelatih Persibo Sartono Anwar. “Beliau bisa dikatakan berhasil mendidik anak asuhnya. Saya menghargai beliau dalam mendidik. Ia pelatih yang sudah banyak makan garam. Ia pelatih yang berpengalaman,” katanya.(ain/but/beritajatim.com)