Sehari Bersama Soel 09

Bojonegoro– Samsul Arif dan Persibo ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Pemain bernomor punggung 9 ini menjadi ikon bagi tim kebanggaan warga Bojonegoro dan sekitarnya. Boleh dibilang, hampir semua warga kota Bojonegoro mengenal pemain yang selalu menjadi idola remaja dan ABG ini.

Apa yang didapat Samsul Arif saat ini adalah buah hasil kerja kerasnya sebagai pemain sepakbola. “Saya ini sebenarnya anak petani di desa,” ungkap Samsul Arif, pada suatu kesempatan.

Samsul Arif lahir di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Pemain berjuluk The Golden Boyini mengaku belajar main bola secara otodidak. Tak ada seorang pun yang melatihnya ketika masih kecil. “Saya sendiri tak pernah masuk sekolah sepakbola (SSB),” ujarnya.

Masa kecil Samsul Arif tak beda dengan bocah-bocah desa lainnya, bermain bola di tanah lapang atau sawah yang sudah dipanen. “Yang saya ingat, bola plastik selalu kami gunakan untuk bermain bola bersama teman-teman sekampung,” Samsul Arif mengenang.

Perjalanan hidupnya sebagai pemain sepakbola ia ungkapkan dalam suasana santai di mes pemain Persibo, Jalan MH Thamrin, Bojonegoro. Di bawah siraman hujan rintik-rintik, Samsul sedang menikmati musik di dalam Honda Jazz merah kesayangannya ketika ditemui. Lantas ia meluangkan waktu untuk berbincang dengan Tim Media LPI di dalam kamarnya, beberapa waktu lalu.

Masa Kecil Anak Petani
Saya lahir di Mojodelik, desa di wilayah Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Sekarang desa kami sudah banyak dieksplorasi untuk ladang minyak. Karena berasal dari keluarga petani, maka lingkungan masa kecil saya juga dipengaruhi suasana petani. Teman-teman saya sepergaulan juga anak-anak petani. Tidak ada yang istimewa dalam kehidupan masa kecil saya.

Seperti anak-anak desa lainnya, kegemaran saya adalah bermain bola. Dengan bola plastik, saya merasa puas bisa bermain di petak-petak sawah atau tanah lapang. Semua bermain apa adanya. Kegiatan itu saya lakukan hingga kelas enam SD. Saya juga mengikuti kompetisi antardesa dan antarkecamatan di Bojonegoro.

Menginjak SMA, saya mulai ikut-ikutan bermain bola. Ya, ini agak serius tapi sifatnya belum pas benar. Kebetulan saya sekolah di SMA Negeri 2 Bojonegoro. Di situ saya mencoba ikut kompetisi internal di sekolah. Tapi, tidak ada orang yang melatih selama saya main bola. Saya belajar sendiri.

UNIKNYA, Samsul Arif pernah gagal masuk seleksi Persibo Junior. Ceritanya, ia mendapat undangan untuk seleksi di Persibo Junior ketika lulus SMA . Namun, ia gugur dalam seleksi itu. Akhirnya, ia mencoba mengikuti seleksi di Persikaba Blora, dan berhasil masuk tim. Pada 2006, ia kembali ke Persibo untuk magang di tim U-23. Kemudian berlanjut memperkuat Persibo di Divisi I PSSI.

Bersama tim berjuluk Laskar Angling Dharma ia mencicipi juara Divisi I 2007. Setahun kemudian, Persibo tampil sebagai juara Divisi Utama. Setelah Copa Indonesia 2008/2009, Samsul Arif pindah ke Persela.

Di Copa Indonesia berikutnya, Samsul Arif menorehkan tinta emas sebagai topskor dengan delapan gol bersama Pablo Frances, pemain Perrsijap. Setahun di Persela, ia kembali ke Persibo hingga kini.

Persibo Panggilan Hati
Di Persibo, saya main paling lama, hampir empat tahun. Rupanya, Persibo merupakan panggilan hati saya. Sebelum bergulirnya kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), sebenarnya saya banyak mendapat tawaran dari klub lain. Tapi enggak tahu ya, kok anginnya mengarah ke Persibo.

Kalau disinggung apakah ini karena kontrak yang cukup besar, saya akui itu menjadi salah satu pertimbangan saya waktu itu. Tapi yang jelas, saya punya ikatan batin di sini. Mau tidak mau ini adalah klub yang membesarkan saya. Selain itu, banyak keluarga dan teman yang mendukung agar saya main di Persibo saja.

Saya salut pada Iswandi Dai. Dialah yang selama ini membimbing saya mulai dari junior. Kalau pemain idola saya, Widodo C. Putra. Pelatih yang punya pengaruh dan membimbing saya adalah Gusnul Yakin. Dia pula yang memunculkan nama saya, dan sudah tahu luar dalam saya.

LPI Memang Beda
Selama kompetisi, suasana pertandingan di LPI jauh berbeda. Terutama soal wasitnya yang jauh lebih fair. Terus, jadwal pertandingannya tidak berubah-ubah. Ini yang saya rasakan selama bermain di LPI. Jauh beda dengan liga sebelumnya yang saya ikuti.

Secara teknis, ketika Persibo promosi di liga lain, penyesuaian saya masih kurang. Demikian pula ketika pindah ke LPI, saya butuh penyesuaian lagi. Masalah ini juga dirasakan oleh teman-teman.

Dari segi permainan, tidak ada yang jadi masalah. Pak Sartono (Sartono Anwar, pelatih Persibo—red.), sudah banyak tahu taktik maupun nonteknis. Soal nonteknis lainnya, saya kira nggak ada masalah. Apalagi gaji di LPI lancar. Mungkin yang kurang ketika kami main di luar kandang, karena dukungan kepada tim kami masih kurang.

Ingin Masuk Timnas
Saya suka mendengarkan musik. Malah kalau sudah mendengarkan musik, saya cukup lama berada di dalam kamar. Saya juga nggak suka keluar jalan-jalan.

Saya punya target membawa Persibo juara LPI. Saya sempat masuk skuad Timnas U-21 pada 2005-2006, dan Timnas U-23 pada 2006-2008. Saat menjadi pemain Timnas U-23, saya sempat mengikuti kejuaraan Piala Kemerdekaan pada 2008. Target saya sendiri adalah kembali masuk timnas.

Menurut saya, tidak ada yang tidak mungkin untuk masuk timnas. Apalagi ini adalah impian semua pemain sepakbola di Indonesia. Semua pemain punya kesempatan untuk masuk timnas. Yang jelas, saya berusaha tampil sebaik-baiknya.

Kebutuhan tim paling saya utamakan, agar bisa berbicara lebih banyak. Kalau rencana menikah, saya belum punya pikiran ke arah sana. Calon sih sudah ada. Cuma, masih banyak yang perlu saya kejar. Maklum, sumber penghasilan saya hanya dari bermain sepakbola.

Bermain sepakbola juga mendatangkan kebanggaan bagi diri saya sendiri. Dari segi materi, saya sudah bisa membeli mobil, rumah, tanah, dan mendaftarkan haji kedua orangtua. Alhamdulillah.

Di sela-sela main bola, saya juga kuliah di Universitas Bojonegoro (Unigoro). Tapi, ya saya jarang masuk.

KONTRAK Samsul Arif di Persibo, konon, sangat menggiurkan. Selama tiga tahun, ia ditawari Rp 2,5 miliar atau Rp 830 juta per musim. Kabarnya pula, putra dari Muhammad Munif dan Sringah ini tertarik pada tawaran itu setelah Irfan Bachdim menyetujui kontrak dengan Persema senilai Rp 1,5 miliar per musim. Dengan demikian, sulung dari tiga bersaudara ini menjadi pemain kedua di LPI bergaji paling besar. (Rizki Daniarto/ligaprimer.co.id)

18 Responses to “Sehari Bersama Soel 09”

  1. donz
    June 21, 2011 at 8:57 pm #

    T O P

    [Reply]

  2. LUMUT
    June 21, 2011 at 9:08 pm #

    matoh eh..

    [Reply]

  3. Eko Jampet Jempoli Soel 09
    June 21, 2011 at 9:19 pm #

    Pkoknya Sampean harus buat bangga Orang Bojonegoro trkhusus Wonk Ngasem mas,,,!!!!!
    dan Cepat singkirkan Generasi Striker Uzur diTimnas ,,,,merka kurng bisa bawa Timnas lbih disegani Lawan,,,, kalau sampean aQ yakin bisa,,,cz Gaya main mas kaya David Villa!

    [Reply]

  4. Mboh
    June 21, 2011 at 10:35 pm #

    David gilla kali. Heh keh heh. Sori bercanda.

    [Reply]

  5. Butter
    June 22, 2011 at 12:57 am #

    Ngrejeng mendukungmu, turut salam dari mas a’ang, modin, puci dkk. Semoga makin sukses dan tergapai harapan kamu. Ngrejeng salah satu kawah candradimukamu, ingat ya sul.

    [Reply]

  6. rejz
    June 22, 2011 at 8:50 am #

    Kalau disinggung apakah ini karena kontrak yang cukup besar, saya akui itu menjadi salah satu pertimbangan saya waktu itu. Tapi yang jelas, saya punya ikatan batin di sini. Mau tidak mau ini adalah klub yang membesarkan saya. Selain itu, banyak keluarga dan teman yang mendukung agar saya main di Persibo saja.

    hehehe teman yang mendukung palingan kang fphoer 😀

    [Reply]

    fphoer Reply:

    huzzz…

    [Reply]

    LUMUT Reply:

    kok tau kenal fphoer aq hehehehe…

    [Reply]

  7. Isk
    June 22, 2011 at 9:10 pm #

    Lho sy liat kq sm aj dg d ligaprimer.co.id
    yg kreatif dong
    kayak kgiatan pemain yg lgi lbur kompetisi,perkmbngn si luciano yg mw nyari pemain
    bukan asal maen catut dr situs laen

    [Reply]

    amnesia Reply:

    komen mu yo ga kreatif

    [Reply]

  8. Milanisty Indonesia
    June 24, 2011 at 1:08 pm #

    Sul.ojo lali tour neng kpoh bru

    [Reply]

  9. sweedia
    June 24, 2011 at 2:56 pm #

    twit CEO Batavia Union @yonmoeis
    “Persija, Persib, Persijap, Persik, Arema: selamat datang di spk bola bersih, mandiri, tanpa APBD, dan bebas tangan mafia”

    [Reply]

    PaKDhE OziL Reply:

    Iki kepindahane tim2 kwi mau wis pirang persen om????

    [Reply]

    sweedia Reply:

    haha mbuh ora ngerti iki
    iki malah enek berita maneh

    -LPI musim ini abis.. yap abis musim ini – emang abis (jd cuman setengah musim) cuman apapun itu tergantung hasil KN en pemilihan nanti lanjut or ngak(liga lpi musim ini).. slain itu jg mau sesuain dgn waktu tim2 di ISL…. krn emang kedepannya siapapun ketuaPSSInya .. LPI bakal tetep ada apapun bentuk liganya krn skrg LPI kan udah dibawah PSSI..
    -tau ga musim depan ada beberapa klub di merge sm tim LPI (sdikit bocoran 1tim ibukota, 1 tim dipapua,1 tim di bdg,1dr medan) bisa bener bisa salah tergantung kesepakatan mrk nanti

    Battle of Fantastic Four diundur 3 hari, menyesuaikan dgn kedatangan pemain asing

    [Reply]

  10. ELKO
    June 24, 2011 at 5:24 pm #

    tidak ada rencana merger om,itu kabarnya. Utk lbh jelasnya silahkan tanya ke jubir LPI di akun twitternya @TheReal_Abi_LPI

    [Reply]

  11. aku
    June 24, 2011 at 6:59 pm #

    tambah sip ae samsul.

    [Reply]

  12. Boromania armor
    June 28, 2011 at 11:19 pm #

    Ceritane mengesankan sangattt . . .
    aku suka . terus maju samsul . . . bawa nama PERSIBO di jagat sepak bola tertinggi di dunia . jangan patah arah . tetap semangat .
    Kesuksesan dan keberhasilan telah menantimu disana . :)

    [Reply]

  13. tara
    August 5, 2011 at 12:10 pm #

    ngmong2 calonnya sapa tuch????wah gk ada kesempatan nie…

    [Reply]

Leave a Reply